Pembalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team, Fabio Di Giannantonio, membuat pengakuan mengejutkan di sela-sela gelaran MotoGP San Marino 2026. Pembalap asal Italia tersebut mengungkapkan bahwa dirinya praktis hanya bertarung menggunakan satu unit motor Ducati dalam beberapa seri terakhir akibat karakter motor cadangannya yang dinilai “sangat aneh”.
Meski menghadapi keterbatasan armada teknis, Di Giannantonio tampil impresif pada sesi latihan bebas Jumat (11/9/2026) di Sirkuit Misano dengan mengamankan posisi keempat menggunakan motor Ducati spesifikasi 2026.
Perbedaan Performa Mencolok Hingga 1 Detik
Di Giannantonio membeberkan bahwa performa apiknya di Misano dicapai secara riskan karena ia tidak memiliki pilihan motor cadangan yang mumpuni. Motor keduanya dilaporkan memiliki selisih waktu lap (lap time) jauh lebih lambat dibanding motor utamanya.
“Dari segi feeling dan performa, kami melakukan pekerjaan yang sangat baik karena kami cepat saat menggunakan ban lunak (soft) maupun sedang (medium). Hari yang positif, tetapi sayang sekali saya masih hanya memiliki satu motor. Pada motor lainnya, rasa percaya diri itu tidak ada sama sekali,” ungkap pembalap yang akrab disapa Diggia tersebut, Jumat (11/9/2026).
Ia menambahkan bahwa masalah tersebut terus membayanginya dalam tiga seri balapan terakhir.
“Jujur saja, dalam tiga balapan terakhir saya hanya bergantung pada satu motor. Motor yang satunya lagi lebih lambat sekitar satu detik. Kami sudah mengganti berbagai komponen untuk memahami penyebabnya, tetapi performanya tetap tidak keluar,” tegasnya.
Berakar dari Insiden Sachsenring dan Silverstone
Tim mekanik VR46 sebenarnya telah merombak total seluruh bagian yang berpotensi rusak akibat insiden kecelakaan hebat yang dialami Diggia di Sachsenring dan Silverstone sebelumnya. Namun, penyebab pasti penurunan performa motor kedua tersebut masih menjadi teka-teki.
Ketidakpastian ini berlanjut hingga seri Aragon pekan lalu, di mana motor “bermasalah” tersebut kembali mengalami kecelakaan pada sesi Jumat pagi.
“Kami sudah mengganti semua komponen yang berpotensi rusak dari kecelakaan Sachsenring, tetapi motor itu tetap tidak bekerja secara normal. Kami pikir kami tahu penyebabnya, tetapi ternyata tidak. Kondisi ini membuat proses kerja kami melambat karena saya tidak bisa melakukan perbandingan setelan (comparison setup),” jelas Diggia.
Tak Bisa Mengambil Risiko Setelan Motor
Ketiadaan motor cadangan yang kompetitif membuat manajemen teknis Di Giannantonio berada dalam posisi serba salah. Ia tidak berani mengambil risiko besar untuk mencoba eksperimen setelan (set-up) baru selama sesi latihan bebas akhir pekan.
Kendati demikian, pembalap bernomor start 49 tersebut tetap bersyukur masih mampu mencatatkan waktu kompetitif di barisan depan menggunakan motor utamanya.
“Di Aragon saya sempat katakan ingin mengambil lebih banyak risiko pada perubahan set-up, tetapi pada akhirnya tidak bisa dilakukan. Motor cadangan itu sangat aneh dan sedikit menghambat ruang gerak kami. Karena itulah, saya sangat lega setidaknya kami tetap bisa melaju kencang dengan motor utama ini,” pungkasnya.