JAKARTA – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menjadi pembicara utama dalam tausiah agama pada acara peringatan Nuzulul Quran sekaligus buka puasa bersama prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut, Jumat (6/3/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Graha Aminullah Ibrahim, Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, tepat pada malam ke-17 Ramadan 1447 H.
Dalam kesempatan itu, Nusron Wahid menekankan makna mendalam dari peristiwa turunnya Al-Quran pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril di Gua Hira. Ia menyebut penurunan kitab suci tersebut sebagai rahmat dan nikmat terbesar bagi umat Islam.
“Di dalam Al-Quran terdapat petunjuk bagi manusia. Al-Quran berisi perintah, larangan, janji Allah tentang surga dan neraka, serta kisah-kisah masa lalu yang menjadi pelajaran bagi umat manusia,” ujar Nusron saat menyampaikan tausiah di hadapan prajurit Korps Marinir di Cilandak, Jakarta.
Ia juga mengutip Surat Yunus ayat 58 yang berbunyi, “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira.” Menurutnya, ayat tersebut merupakan perintah Allah kepada Nabi Muhammad SAW untuk menyampaikan kegembiraan atas turunnya Al-Quran kepada umatnya.
“Al-Quran merupakan petunjuk dan hidayah bagi orang-orang yang beriman dan percaya. Jika tidak beriman, Al-Quran bisa saja dianggap sekadar cerita. Namun bagi yang beriman, Al-Quran adalah kebenaran tentang janji Allah mengenai surga dan neraka, serta kisah-kisah masa lalu,” jelasnya.
Acara yang dihadiri ratusan prajurit dari berbagai pangkat, mulai dari perwira, bintara, hingga tamtama Korps Marinir Cilandak, juga dihadiri sejumlah pejabat tinggi TNI AL. Di antaranya Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali, Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Madya TNI Edwin, Panglima Korps Marinir Letnan Jenderal TNI Endi Supardi beserta jajaran, serta pengurus Jalasenastri Pusat.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Nusron Wahid bersama para pimpinan TNI AL menyerahkan bingkisan santunan kepada 10 perwakilan dari total 50 anak yatim piatu yang turut berbuka puasa bersama. Setiap paket berisi sembako, alat tulis, dan tas sekolah sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci Ramadan.
Kegiatan ini tidak hanya memperkuat nilai spiritual di kalangan prajurit, tetapi juga menegaskan pentingnya Al-Quran sebagai pedoman hidup yang relevan bagi setiap muslim, termasuk di lingkungan militer.
