JAKARTA – Pembangunan 1.301 unit hunian modular oleh Kementerian PU di Sumatra kini dikebut agar seluruh unit siap huni sebelum Lebaran 2026 sebagai bagian dari percepatan pemulihan korban bencana.
Langkah percepatan hunian modular ini menjadi strategi konkret pemerintah untuk memastikan korban bencana Sumatra segera kembali memiliki tempat tinggal aman, layak, dan nyaman dalam waktu relatif singkat.
Target rampung menjelang Lebaran 2026 dipasang agar masyarakat terdampak dapat merayakan hari besar keagamaan dengan kondisi tempat tinggal yang lebih stabil dan manusiawi.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pembangunan hunian modular bukan sekadar proyek konstruksi, melainkan bagian integral dari pemulihan sosial dan psikologis warga terdampak.
“Hunian ini bukan sekadar bangunan, tetapi bagian dari pemulihan kehidupan masyarakat.”
“Arahan Bapak Presiden jelas, kita harus memastikan masyarakat kembali merasa aman dan nyaman,” kata Menteri Dody dalam keterangan tertulis, Kamis (19/2/2026).
Program hunian modular tersebut digarap Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU dengan total 1.301 unit yang tersebar di dua provinsi terdampak.
Sebanyak 1.056 unit hunian modular dibangun di Provinsi Aceh sebagai wilayah dengan dampak paling signifikan akibat bencana.
Sementara itu, 245 unit lainnya dialokasikan untuk Provinsi Sumatra Utara guna mempercepat stabilisasi kehidupan warga setempat.
Di sisi lain, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sebelumnya juga telah menuntaskan pembangunan 1.398 unit hunian sementara atau huntara bagi korban banjir bandang di tiga provinsi.
Distribusi 1.398 unit huntara tersebut mencakup 1.075 unit di Aceh, 200 unit di Sumatra Utara, dan 123 unit di Sumatra Barat sebagai tahap pertama percepatan respons darurat.
“Perlu kami laporkan Pak, untuk huntara jumlahnya sudah selesai tahap pertama itu sebanyak 1.398 unit.”
“Rinciannya, sebanyak 1.075 unit huntara dibangun di Aceh, 200 unit di Sumut, dan 123 unit di Sumbar,” kata Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatra di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 18 Februari 2026.
Setelah pembangunan rampung, seluruh unit huntara diserahkan kepada pemerintah daerah masing-masing agar dapat langsung ditempati dan dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak.
Percepatan hunian modular dan huntara ini menunjukkan fokus pemerintah tidak hanya pada perbaikan infrastruktur fisik, tetapi juga pada percepatan pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi korban bencana di Sumatra.
Dengan progres pembangunan yang terus dipacu, pemerintah berharap momentum Lebaran 2026 menjadi simbol kebangkitan dan awal baru bagi ribuan keluarga terdampak bencana.***