JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menggelar Diklat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Haji 2026.
Diklat ini menjadi yang berskala terbesar sepanjang sejarah Indonesia, melibatkan 1.600 peserta.
Peserta dari seluruh daerah sebagai bagian dari persiapan layanan haji yang lebih profesional dan humanis.
Diklat PPIH Haji 2026 ini dilaksanakan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, dan berlangsung selama 20 hari penuh.
Terhitung sejak 10 hingga 30 Januari 2026, menjadikannya pelatihan terpanjang sekaligus terpadat yang pernah digelar pemerintah.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, seluruh peserta Diklat PPIH Haji 2026 mendapatkan pembinaan langsung dari unsur TNI dan Polri.
Hal ini sebagai respons atas evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan ibadah haji sebelumnya.
Model pelatihan intensif ini dirancang untuk membentuk disiplin, ketahanan fisik, kekompakan.
Selain itu, kesiapan mental para petugas agar mampu menghadapi dinamika dan tantangan lapangan selama operasional haji.
“Diklat ini menjadi diklat yang terbesar sepanjang sejarah Indonesia,” ungkap Wakil Menteri Haji dan Umroh, Dahnil Anzar Simanjuntak, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Minggu, 11 Januari 2026.
Pemerintah menargetkan Diklat PPIH Haji 2026 menjadi fondasi pembentukan super tim yang solid, profesional, amanah, dan berorientasi penuh pada pelayanan jamaah sebagai tamu Allah.
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menegaskan bahwa fokus utama penyelenggaraan haji 2026 adalah pelayanan kelompok rentan, khususnya jamaah lanjut usia dan perempuan.
“Haji 2026, pemerintah memprioritaskan kepada lansia dan para wanita,” ungkapnya.
Dengan pendekatan baru yang lebih terstruktur dan berbasis evaluasi, Diklat PPIH Haji 2026 diharapkan menjadi titik balik peningkatan kualitas layanan haji Indonesia di masa mendatang.***