JAKARTA – Kekalahan telak Real Madrid dari Paris Saint-Germain (PSG) di semifinal Piala Dunia Antarklub FIFA 2025 menjadi pukulan berat, namun juga menjadi cermin bagi pelatih Xabi Alonso untuk membangun masa depan tim.
Dalam laga yang berlangsung intens, Los Blancos dipaksa menyerah 4-0 oleh raksasa Ligue 1 itu, sekaligus mengubur ambisi mereka meraih trofi dunia.
Real Madrid tidak mampu mengimbangi intensitas dan permainan kolektif PSG sejak menit awal.
Gawang mereka langsung dibobol dua kali hanya dalam sepuluh menit pertama.
Fabian Ruiz mencetak dua gol, disusul lesakan Ousmane Dembele dan Goncalo Ramos yang mengunci kemenangan Paris.
Hasil ini tak hanya menghentikan langkah Madrid di turnamen ini, tetapi juga menyadarkan tim ibu kota Spanyol bahwa perjalanan membentuk skuad kompetitif masih panjang.
Pelatih Xabi Alonso mengakui bahwa hasil ini menjadi tamparan keras, namun juga menjadi sumber refleksi untuk menyongsong musim depan.
“Saya pulang dengan keyakinan. Turnamen ini telah mengajarkan saya banyak hal tentang siapa kami dan apa yang harus kami tingkatkan,” ujarnya di laman resmi klub, Kamis.
Evaluasi Menyeluruh Jelang Musim Baru
Alonso menegaskan bahwa kekalahan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari pembangunan jangka panjang skuad.
Menurutnya, Real Madrid saat ini berada di fase awal proyek baru, sementara PSG sudah jauh lebih matang secara struktur permainan dan pengalaman.
“Situasinya memang sulit setelah sepuluh menit pertama. PSG adalah proyek yang dibangun seiring waktu, dan kami baru saja memulai.”
“Bukan hanya karena kami ingin lebih berani, kami menjadi lebih baik,” kata Alonso, mengakui bahwa inkonsistensi tim menjadi penghalang utama.
Pukulan terberat bagi Los Blancos datang saat gol ketiga bersarang sebelum turun minum, yang memupus harapan bangkit di babak kedua.
Alonso menyebut hasil ini menjadi evaluasi penting agar Real bisa tampil lebih tangguh pada musim berikutnya.
“Hari ini, kami kesulitan melawan tim yang berada di level yang bagus, dan kami baru memulai babak baru ini,” tambahnya.
Kekalahan Menyakitkan, Tapi Jadi Batu Loncatan
Dengan nada penuh introspeksi, Alonso menyatakan bahwa kekalahan dari PSG menjadi bahan pembelajaran mendalam.
Ia menyoroti pentingnya membangun tim yang bermain kompak dan terlibat secara kolektif di setiap lini.
“Saya pulang dengan perspektif untuk tahun depan, ketika kami akan memulihkan pemain dan akan ada perubahan.”
“Musim depan akan berbeda, tetapi saya akan pulang dengan keyakinan yang jelas. Saya menerima semua informasi yang diberikan turnamen ini. Kami ingin membangun tim yang bermain sebagai satu kesatuan dan di mana semua orang terlibat,” tegasnya.
Mengakhiri komentarnya, Alonso menggarisbawahi bahwa meski gagal mencapai final, turnamen ini membuka mata tentang standar yang harus dicapai Real Madrid jika ingin kembali menjadi kekuatan dominan dunia.
“Pertandingan ini akan menunjukkan kepada kami hal-hal untuk masa depan, agar kami dapat bersaing di level yang lebih baik dari hari ini. Sejauh ini, kami telah mencapai sejauh ini. Kami gagal di rintangan kedua terakhir, dan itu menyakitkan,” pungkasnya.***