JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan pembukaan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak dipungut biaya. Ia meminta calon mitra tidak mudah percaya kepada pihak yang mengaku memiliki akses khusus untuk membuka dapur MBG dengan imbalan uang.
Sudaryono menegaskan tidak ada kewajiban setoran maupun pembayaran kepada pihak tertentu dalam proses pembukaan dapur MBG. Seluruh proses dilakukan melalui sistem dan ketentuan resmi yang ditetapkan BGN.
“Kalau ada yang minta uang untuk buka dapur, laporkan. Tidak ada biaya dan tidak ada setoran,” kata Sudaryono.
Ia juga menyoroti potensi munculnya pihak yang mencatut namanya untuk mencari keuntungan. Sudaryono memperingatkan agar tidak ada pihak yang mengatasnamakan dirinya, keluarga, maupun orang dekatnya untuk meminta uang dari calon mitra.
Menurut Sudaryono, penentuan dapur MBG tidak didasarkan pada kedekatan atau hubungan personal. Calon mitra harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan BGN.
“Saya tidak tahu siapa yang punya SPPG ini, Kalau syarat dan ketentuannya terpenuhi, ya kita buka,” ujarnya.
Sudaryono mengatakan BGN telah memiliki sistem untuk menentukan titik dapur yang dapat dibuka. Karena itu, calon mitra diminta mengikuti prosedur resmi dan tidak menggunakan jalur informal untuk mendapatkan akses pembukaan dapur.
Peringatan tersebut disampaikan untuk mencegah adanya pihak yang memanfaatkan program MBG dengan menawarkan akses pembukaan dapur dengan imbalan tertentu.
Di sisi lain, BGN terus memperluas pelaksanaan program MBG dengan membuka dapur baru di sejumlah wilayah. Sudaryono menyebut 480 titik tambahan di 16 provinsi mulai dibuka secara bersamaan.
Pembukaan ratusan titik tersebut menjadi bagian dari perluasan layanan MBG agar cakupan penerima manfaat semakin luas.
Sudaryono kembali menegaskan calon mitra tidak perlu mengeluarkan uang kepada pihak yang mengklaim dapat mengurus pembukaan dapur. Ia meminta setiap dugaan permintaan setoran segera dilaporkan.
“Jangan ada yang mengaku orang saya, keluarga saya, atau siapa pun kemudian minta setoran. Kalau ada, laporkan,” tutupnya.