JAKARTA – Ketua Komite Pengarah Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARI BP), Din Syamsuddin, menyatakan dukungan penuh terhadap keputusan pemerintah Indonesia yang menolak pemberian visa kepada atlet Israel yang dijadwalkan bertanding dalam Kejuaraan Dunia Senam Artistik di Jakarta pada 19–25 Oktober 2025.
“Memang sebaiknya (Indonesia) menolak kehadiran atlet dari Israel pada ajang perlombaan olahraga dunia di negara kita, karena apa yang terjadi dua tahun terakhir sungguh mengiris hati kita,” ujar Din Syamsuddin dalam pernyataannya di Jakarta, Senin (13/10/2025).
Ia menilai bahwa penolakan tersebut mencerminkan sikap konsisten rakyat Indonesia, terutama umat Islam, yang mengutuk keras tindakan Israel terhadap Palestina. Menurutnya, kebijakan pemerintah ini sejalan dengan aspirasi publik yang menolak kehadiran perwakilan Israel dalam berbagai kegiatan internasional di tanah air.
Lebih lanjut, Din juga menyinggung usulan 20 poin yang pernah diajukan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebagai solusi konflik Palestina-Israel. Ia menilai inisiatif itu justru memperlihatkan upaya AS mempertahankan hegemoninya di kawasan Timur Tengah.
Meski mengakui pentingnya perdamaian, Din menyatakan pesimisme terhadap realisasi solusi dua negara (two-state solution) saat ini. Ia menekankan bahwa ada sejumlah persoalan mendasar yang harus diselesaikan terlebih dahulu.
“Israel harus mundur dari wilayah yang dikuasainya sejak perang, menghentikan pembangunan permukiman di Tepi Barat, serta menjadikan Yerusalem sebagai kota suci tiga agama,” tegasnya.
Menurut Din, selama masih terjadi genosida, tragedi kemanusiaan, dan pemblokiran bantuan kemanusiaan di Gaza, maka pembicaraan soal solusi dua negara menjadi tidak relevan.