Juara dunia F1 tujuh kali, Lewis Hamilton, resmi berhadapan dengan pemeriksaan stewards FIA menyusul insiden berbahaya pada sesi latihan bebas kedua (FP2) Grand Prix Azerbaijan di Sirkuit Kota Baku.
Pembalap asal Inggris tersebut mendapat kritik tajam dari pembalap Racing Bulls, Liam Lawson, yang mengutuk gaya mengemudi Hamilton lantaran dinilai sangat membahayakan keselamatan di lintasan.
Insiden berisiko tinggi itu terjadi di area tikungan cepat (flat-out) kiri-kanan menjelang trek lurus utama. Lawson, yang memacu jet daratnya dalam kecepatan penuh, terkejut saat mendapati mobil Ferrari milik Hamilton melaju sangat lambat tepat di jalur balapnya (racing line).
“Itu sangat berbahaya!” cerca Lawson dengan nada emosi melalui radio tim usai nyaris menghantam bagian belakang mobil Hamilton.
Lawson baru saja kembali memperkuat tim Racing Bulls setelah dalam tiga balapan terakhir dipercaya membela tim utama Red Bull untuk menggantikan Isack Hadjar yang dibekap cedera.
Segera setelah bendera chequered berkibar menandai berakhirnya sesi FP2, pihak FIA mengumumkan bahwa Hamilton resmi berada dalam investigasi stewards.
Hamilton diduga kuat melanggar Pasal 27 Race Director’s Competition Notes (V2) dan/atau Pasal B4.1.1 Peraturan F1 FIA, yang mengatur secara ketat larangan menghalangi laju pembalap lain (impeding) di lintasan. Jika terbukti bersalah, pembalap veteran tersebut terancam hukuman penalti posisi grid untuk sesi balapan mendatang.