JAKARTA – Upaya peningkatan kesadaran kesehatan di lingkungan militer kembali diperkuat.
Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AL (Dislitbangal) menggelar kegiatan sosialisasi skrining kesehatan yang disampaikan langsung oleh Tim Satuan Kesehatan (Satkes) Detasemen Markas (Denma) Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal), Rabu (23/7/2025).
Bertempat di Gedung Graha Dislitbangal, Pondok Labu, Jakarta Selatan, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mendorong pemanfaatan teknologi kesehatan seperti aplikasi JKN Mobile dan partisipasi aktif dalam BPJS.
Skrining kesehatan menjadi titik fokus utama dalam edukasi yang dipandu oleh Lettu Laut (K/W) dr. Theresa Panjaitan selaku Ketua Tim.
Dalam paparannya, ia menyampaikan tiga pokok penting: pelaksanaan skrining kesehatan melalui BPJS, pentingnya sosialisasi aplikasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Mobile, serta pemahaman mendalam tentang status kepesertaan BPJS bagi personel dan keluarga Dislitbangal.
“Kita sebagai TNI dan PNS Angkatan Laut syukurnya bisa melaksanakan Uji Pemeriksaan Kesehatan (Urikkes) secara gratis.”
“Jadi dengan aplikasi JKN Mobile, kita dimudahkan untuk melakukan Skrining Kesehatan melalui handphone. Selain itu, melalui skrining kesehatan, kita dapat mengetahui kepesertaan BPJS personel Dislitbangal maupun keluarganya,” ujar dr. Theresa.
Kepala Dislitbangal, Laksamana Pertama TNI Mulyatna, S.T., membuka kegiatan dengan mengimbau seluruh anggota agar memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya.
Ia menegaskan pentingnya interaksi dua arah selama sosialisasi, terlebih jika ada hal teknis yang perlu diperjelas.
“Silakan para anggota menyimak dan mengikuti jalannya kegiatan yang disampaikan, apabila ada yang belum jelas atau sudah jelas tapi ingin memperdalam, hal tersebut bisa ditanyakan langsung kepada Tim Satkes Denma Mabesal,” tegasnya.
Skrining kesehatan, sebagaimana disampaikan Tim Satkes, berfungsi sebagai langkah preventif terhadap potensi gangguan kesehatan kronis.
Melalui pemeriksaan awal ini, penyakit seperti diabetes, hipertensi, hingga masalah kardiovaskular dapat dideteksi lebih cepat.
Deteksi dini ini sangat penting dalam mendorong pola hidup sehat serta penanganan yang lebih efisien.
Tak hanya itu, skrining juga dapat menjadi alat bantu untuk menyusun gaya hidup yang lebih sehat dan berkelanjutan, terutama bagi personel militer yang dituntut memiliki kebugaran optimal dalam bertugas.
Tim Satkes pun mendorong agar aplikasi JKN Mobile segera diunduh dan diaktifkan oleh setiap personel.
“Harapannya personil Dislitbangal melakukan Skrining Kesehatan secara rutin setahun sekali dan mendownload serta mengaktifkan aplikasi mobile JKN,” ungkap dr. Theresa.
Kegiatan ini menegaskan sinergi antara pelayanan kesehatan militer dan pemanfaatan platform digital. Upaya ini sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan nasional berbasis teknologi.***