JAKARTA – Festival komunitas berskala nasional Diton Fest 2025 resmi digelar 12 – 14 September 2025. Dimana event ini diselenggarakan oleh Diton- Produsen Cat Semprot no. 1 di Indonesia sebagai bentuk selebrasi ekspresi kreatif lintas hobi dan gaya hidup urban, yang mengusung tema besar “Satu Festival, Banyak Ekspresi”.
Diton Fest 2025 menjanjikan pengalaman 3 hari penuh warna bagi para pecinta otomotif, street art, gaya hidup kontemporer dan konser music. Berlangsung di area ikonik Museum Purna Bhakti Pertiwi, Jakarta Timur, festival Diton Fest tidak hanya menjadi ruang pertemuan lintas komunitas tetapi juga menjadi ajang kumpul dan silahturahmi para komunitas modifikasi kendaraan, mural, graffiti, diecast, dan airbrush, namun juga menghadirkan line up musisi lokal papan atas.
Sejumlah nama band beken seperti NDX AKA, Tony Q Rastafara, Endank Soekamti, NTRL, For Revenge, Mr. Jono Joni, Pegawai Musik Sipil, hingga kolaborasi special The Angels Percussion x Tuan Tiga Belas feat Yacko dijadwalkan bakal meramaikan panggung utama selama tiga hari berturut-turut.
“Kami ingin Diton Fest menjadi ruang eksplorasi terbuka bagi semua komunitas yang ingin mengekspresikan diri. Ini bukan sekadar festival, tapi gerakan bersama,” ujar Ganang Prabowo selaku Manager Marcomm Diton Fest 2025.
Untuk tiket Diton Fest sendiri telah dibuka dan terbagi menjadi dua kategori, yakni Festival mulai dari Rp 75.000 dan VIP mulai dari Rp175.000 yang dengan mudah didapat melalui platform resmi Loket.com.
Line-up di hari pertama tanggal 12 September akan di ramaikan oleh penampilan dari NDX AKA dan Masdddho. Sedangkan di hari ke-dua Diton Fest menyuguhkan penampilan ciamik dari Mr. Jono Joni serta grup band kawakan Endank Soekamti dan Tony Q Rastafara. Sementara di hari terakhir Diton Fest akan menurunkan NTRL, For Revenge, kolaborasi The Angels Percussion x Tuan Tiga Belas feat Yacko serta Pegawai Musik Sipil.
Tidak hanya menampilkan konser musik, Diton Fest 2025 juga menyuguhkan berbagai aktivitas seru lainnya. Mulai dari Pushbike Challenge untuk anak-anak, workshop modifikasi kendaraan, live mural, hingga talkshow bersama pelaku kreatif dari berbagai latar belakang komunitas.
Diton Fest bukan hanya tentang hiburan, melainkan juga tentang keberagaman ekspresi. Sesuai dengan tema, festival ini menjadi panggung inklusif bagi semua kalangan, mulai dari pecinta musik hingga penggiat otomotif dan seniman.
Berbagai marketplace komunitas juga akan tersedia, yang nantinya akan mempertemukan para pelaku UMKM, seniman, hingga pengrajin lokal untuk saling berbagi karya. Kehadiran ragam komunitas inilah yang membuat Diton Fest tampil berbeda dan menarik.
Pengunjung tidak hanya menjadi penikmat, tetapi juga bisa ikut merasakan pengalaman serta turut berpartisipasi dalam berbagai sesi kolaboratif yang disiapkan panitia penyelenggara lewat demo repaint motor.
Ganang pun menuturkan bahwa melalui Diton Fest, diharapkan dapat tercipta ruang kolaborasi yang sehat dan inspiratif bagi para kreator otomotif lokal untuk terus berkembang, serta mempererat hubungan antara brand, komunitas, dan masyarakat luas.
“Kami mengundang rekan-rekan media, komunitas, mitra, dan masyarakat luas untuk hadir dan menjadi bagian dari perjalanan luar biasa ini. Mari rayakan keberagaman ekspresi bersama di Diton Fest 2025! Sampai jumpa di tanggal 12–14 September” tutup Ganang.***
