Berada di Paris untuk menghadiri peragaan busana Chanel, Jennie BLACKPINK justru mendapati dirinya dalam situasi yang tidak nyaman. Alih-alih disambut penggemar yang tulus, ia justru “dikepung” oleh sekelompok pria yang terus membuntutinya, merekam pergerakannya dengan agresif, dan memaksanya menandatangani tumpukan photocard untuk tujuan komersial.
Di Balik Tudingan Arogansi
Video yang memperlihatkan Jennie menegur kerumunan pria tersebut sempat memicu perdebatan di media sosial. Beberapa pihak yang tidak mengetahui konteksnya menuding sang bintang bersikap arogan. Namun, para BLINK (penggemar BLACKPINK) memberikan pembelaan keras.
Mereka menegaskan bahwa orang-orang yang mengikuti Jennie bukanlah penggemar, melainkan para reseller atau pemburu merchandise yang berniat menjual kembali tanda tangannya dengan harga selangit.
Dalam video yang beredar, Jennie tampak berusaha tetap sopan meski jelas terlihat kelelahan. “Bisakah aku menikmati hariku? Jika kalian tidak berhenti, ini akan menjadi hari yang melelahkan bagiku. Kumohon,” pinta Jennie dengan nada lembut namun penuh tekanan.
Bahkan, sang manajer, Alison, secara blak-blakan menyindir tindakan mereka. Saat seorang pria berdalih meminta tanda tangan untuk adiknya, sang manajer membalas dengan tegas, “Kamu akan menjual ini!”
Privasi yang Dipertaruhkan
Kejadian ini bukan kali pertama selebritas papan atas dunia menjadi sasaran eksploitasi di depan publik. Bagi Jennie, privasi adalah harga mati yang kini terus diusik oleh pihak-pihak yang memanfaatkan popularitasnya demi keuntungan pribadi.
“Dia masih sabar dan tersenyum sejak awal. Sudah sangat parah jika mereka terus membuntutinya ke mana pun ia pergi. Semua orang punya batas,” tulis salah satu penggemar di X membela sang idola.
Terlepas dari insiden yang menguras emosi tersebut, Jennie tetap profesional menjalankan agendanya. Ia dijadwalkan tampil dalam show Chanel pada 9 Maret 2026 pukul 20.00 CET, yang menjadi puncak kunjungannya ke Paris kali ini.