Kepala tim Mercedes, Toto Wolff, melontarkan kritik keras kepada para rival yang terus mempertanyakan legalitas desain unit tenaga Mercedes untuk musim Formula 1 2026. Wolff menilai sorotan tersebut lebih mencerminkan kegelisahan kompetitor atas kelemahan mereka sendiri ketimbang persoalan teknis yang nyata.
Berbicara kepada media pada Senin (waktu setempat), usai performa impresif Mercedes dalam tes pra-musim di Barcelona, Wolff dengan tegas membela unit tenaga anyar timnya. Ia juga menepis upaya lobi “di balik layar” yang dilakukan sejumlah pabrikan pesaing.
“Saya tidak mengerti mengapa beberapa tim lebih sibuk memikirkan tim lain, dan terus mempermasalahkan sesuatu yang sebenarnya sudah sangat jelas dan transparan,” ujar Wolff.
“Komunikasi kami dengan FIA sangat positif sejak awal. Jadi benahi saja urusan kalian sendiri. Mengadakan pertemuan rahasia, mengirim surat rahasia, dan mencoba menciptakan metode pengujian yang sebenarnya tidak ada.”
Akar Kontroversi: Rasio Kompresi Mesin
Perselisihan ini berpusat pada rasio kompresi mesin yang dalam regulasi F1 2026 diturunkan dari 18:1 menjadi 16:1. Perubahan tersebut dilakukan sebagian untuk mempermudah adaptasi pabrikan baru yang masuk ke ajang balap jet darat ini.
Mengacu pada Pasal C5.4.3 regulasi teknis, pengukuran rasio kompresi hanya dilakukan ketika mesin dalam kondisi diam dan berada pada suhu lingkungan. Namun, Ferrari, Honda, dan Audi menyampaikan kekhawatiran kepada FIA melalui surat bersama pada akhir tahun lalu.
Ketiga pabrikan itu menduga Mercedes—bersama Red Bull—mungkin memanfaatkan pemilihan material tertentu dan karakteristik ekspansi termal untuk melampaui batas rasio kompresi saat mesin berada pada suhu operasional. Jika benar, keuntungan performa yang dihasilkan diperkirakan mencapai 10–15 tenaga kuda, setara dengan tiga hingga empat persepuluh detik per putaran.
Kepala Audi, Mattia Binotto, bahkan memperingatkan bahwa potensi celah tersebut bisa menjadi perbedaan signifikan. “Jika ini benar, maka itu adalah kesenjangan besar dalam hal performa dan waktu putaran,” ujarnya.
FIA Tegaskan Mesin Mercedes Sesuai Aturan
Menanggapi isu tersebut, Wolff menegaskan bahwa FIA telah berulang kali memastikan pendekatan teknis Mercedes sepenuhnya sesuai regulasi. Ia bahkan menyebut Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem secara langsung mendukung posisi Mercedes.
“Unit tenaga kami legal. Legal sesuai dengan bagaimana regulasi ditulis dan bagaimana proses pemeriksaan dilakukan,” kata Wolff.
“Itu yang disampaikan FIA. Itu pula yang ditegaskan Presiden FIA, dan dia sangat memahami persoalan ini.”
Pernyataan senada sebelumnya juga datang dari Direktur Red Bull Powertrains, Ben Hodgkinson. Ia menyebut polemik ini sebagai “keributan besar tentang sesuatu yang sebenarnya tidak ada”, sembari mengakui bahwa timnya memang mendorong desain mesin hingga batas maksimal yang diizinkan aturan.
Di tengah kontroversi tersebut, Mercedes justru tampil dominan dalam tes pra-musim di Barcelona. Selama lima hari pengujian, tim pabrikan asal Jerman itu mencatatkan jumlah putaran terbanyak, yakni 502 lap dengan mobil W17, menempuh jarak lebih dari 2.300 kilometer.
Konsistensi, reliabilitas, dan kecepatan yang ditunjukkan Mercedes semakin menguatkan status mereka sebagai favorit menjelang tes berikutnya di Bahrain pada 11 Februari.
Meski demikian, Wolff tetap memilih meredam ekspektasi. “Kami belum memiliki gambaran performa yang sepenuhnya jelas,” ujarnya. “Faktanya, kami benar-benar belum tahu posisi semua tim.”