NEW YORK — Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mengecam peningkatan serangan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi yang turut mengancam penerbangan sipil dan infrastruktur energi.
Kecaman itu disampaikan melalui pernyataan resmi Presiden DK PBB pada Kamis, 15 Oktober 2026, sebagaimana dilaporkan Xinhua.
Para anggota DK PBB menyatakan keprihatinan atas berlanjutnya serangan Houthi yang meningkatkan risiko keamanan di kawasan Timur Tengah.
Selain menyasar Arab Saudi, kelompok tersebut juga mendapat kecaman atas serangan dan ancaman terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb.
DK PBB menegaskan keselamatan kapal niaga beserta awaknya harus dilindungi untuk menjaga kelancaran perdagangan dan mencegah eskalasi konflik di jalur pelayaran strategis tersebut.
Dewan juga menyerukan penghormatan terhadap hukum internasional, termasuk Konvensi PBB tentang Hukum Laut, serta menjamin kebebasan navigasi bagi pelayaran komersial.
Menurut DK PBB, gangguan keamanan di Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb berpotensi menimbulkan risiko bagi pelayaran internasional sehingga keamanan kawasan perlu menjadi perhatian bersama.
Di Yaman, DK PBB mendesak kelompok Houthi segera menghentikan peningkatan aktivitas militer yang dapat memperburuk konflik dan menghambat upaya perdamaian.
Para anggota Dewan menekankan penyelesaian konflik secara berkelanjutan tidak dapat diwujudkan melalui kekerasan, pemaksaan, ataupun penggunaan kekuatan.
DK PBB kembali mendorong penyelesaian politik sebagai jalan untuk meredakan ketegangan, menghentikan konflik, dan membuka peluang terciptanya stabilitas jangka panjang di Yaman.***