JAKARTA – Insiden penembakan yang menewaskan Joni Hendra, seorang perantau asal Minangkabau di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, menuai kecaman keras dari Anggota DPR RI, Andre Rosiade.
Politikus Partai Gerindra itu menuntut proses hukum tegas terhadap pelaku dan mendorong peningkatan perlindungan bagi warga sipil di wilayah konflik Papua.
“Kami sangat berduka dan mengecam aksi brutal ini. Negara harus hadir menjamin keamanan warga, khususnya di daerah rawan seperti Papua. Penegakan hukum terhadap pelaku tidak boleh setengah hati,” tegas Andre dalam pernyataan resminya, Senin (28/7/2025).
Joni Hendra, warga asal Bayang, Pesisir Selatan, Sumatera Barat, diketahui menjadi korban serangan yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Jenazah Joni telah dipulangkan dan dimakamkan di Merangin, Jambi, setelah sebelumnya direncanakan dimakamkan di kampung halamannya.
Andre, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM), memberikan apresiasi kepada DPW IKM Papua atas gerak cepat dalam membantu proses pemulangan jenazah korban dari lokasi kejadian hingga ke Sumatera.
Desak Pemerintah Prioritaskan Keamanan Perantau
Dalam keterangannya, Wakil Ketua Komisi VI DPR itu menyoroti lemahnya sistem pengamanan terhadap warga sipil, termasuk para perantau yang mencari nafkah di Papua.
Ia menegaskan bahwa perantau Minang memiliki kontribusi penting di berbagai daerah, dan negara wajib memastikan keselamatan mereka.
“Banyak warga Minang yang merantau ke pelosok Indonesia, termasuk Papua. Tidak boleh ada lagi korban jiwa karena kelalaian dalam menjamin keamanan. Saya akan kawal penuh kasus ini hingga tuntas,” ujar Andre, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra.
Ajak Masyarakat Jaga Solidaritas dan Perdamaian
Selain menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, Andre turut mengimbau masyarakat Minang di seluruh Indonesia agar tetap solid dan menjaga semangat perdamaian di tengah situasi keamanan Papua yang terus bergejolak.
Ia memuji kinerja IKM Papua yang bekerja cepat dan penuh empati dalam menangani jenazah Joni, termasuk koordinasi dari Sugapa hingga ke Bandara Internasional Minangkabau (BIM).
“Solidaritas antarperantau sangat penting dalam situasi seperti ini. Tapi negara juga harus hadir dan bertindak nyata. Jangan tunggu jatuh korban berikutnya,” tutupnya.
Papua Kembali Memanas, Pemerintah Didesak Bertindak
Tragedi Joni Hendra menambah daftar panjang kekerasan terhadap warga sipil di Papua. Andre mendesak pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan aparat keamanan agar tidak lagi menunda tindakan konkret dalam mengatasi ancaman dari kelompok bersenjata yang kerap menargetkan warga tidak bersalah.
