MANADO – Komitmen Komisi IX DPR RI dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) makin nyata.
Ketua Komisi IX, Felly Estelita Runtuwene, menegaskan lembaganya siap mengawal implementasi penuh program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Fokus utamanya adalah memastikan manfaat MBG dirasakan langsung oleh kelompok prioritas.
“Kami mendukung penuh program MBG ini karena menyasar pada empat kelompok penerima manfaat. Yakni peserta didik PAUD, TK, SD, SMP dan SMA baik negeri dan swasta, ibu hamil, ibu menyusui dan balita,” ujarnya, Rabu (6/7/2025).
Pernyataan itu disampaikan Felly dalam agenda sosialisasi MBG di Rumah Jamaat Taman Harapan Werot Tondano, Minahasa.
Ia menekankan pentingnya peran orang tua dan masyarakat dalam memperhatikan asupan gizi anak.
Edukasi semacam ini dinilai penting sebagai pondasi membentuk generasi sehat dan cerdas sejak dini.
Lebih lanjut, Felly juga menyoroti kebutuhan fasilitas pendukung agar pelaksanaan MBG lebih maksimal.
“Saya berharap agar segera dibangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi/dapur-dapur baru di wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya,” ujarnya.
Strategi Gizi Nasional Menuju Generasi Emas
Dukungan serupa datang dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Direktur Promosi dan Edukasi Gizi BGN, Gunalan, menyebut MBG sebagai langkah kunci dalam mencapai visi besar Presiden Prabowo, yakni mencetak Generasi Emas 2045 yang sehat dan produktif.
“Program MBG ini baik dan sangat penting, sehingga harus didukung oleh semua pihak. Baik pemerintah pusat maupun daerah,” kata Gunalan.
Ia memaparkan, problem gizi kronis masih membayangi rumah tangga kelas menengah ke bawah.
Kurangnya kesadaran akan pentingnya sarapan sehat dan asupan protein menjadi tantangan nyata. Karena itu, MBG hadir sebagai solusi strategis.
“Saya berharap masyarakat untuk bersabar dalam menunggu program yang dibawa oleh Badan Gizi Nasional ini.”
“Karena semua itu terkait pengadaan dapur terlebih dahulu,” lanjut Gunalan.
Program ini tidak hanya mengedepankan penyediaan makanan sehat, tetapi juga mendorong kolaborasi lintas sektor.
Sinergi menjadi kunci keberhasilan implementasi MBG secara nasional.
“Badan Gizi Nasional membuka ruang kolaborasi bagi masyarakat yang ingin berkontribusi secara langsung. Baik melalui kemitraan dalam pelaksanaan Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG),” kata dia.
MBG, Gerakan Kolektif Sehatkan Bangsa
Komisi IX DPR bersama Badan Gizi Nasional akan terus mendorong keberlanjutan MBG di seluruh Indonesia.
Program ini menjadi bagian dari komitmen negara dalam membentuk pola hidup sehat sejak usia dini.
Upaya ini sekaligus menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan.***