Para pembalap Formula 1 bertemu dengan FIA pada Kamis malam di Qatar untuk membahas penegakan aturan balapan serta pedoman yang digunakan steward dalam menilai insiden di lintasan.
Pedoman standar mengemudi tersebut pertama kali diperkenalkan pada tahun 2022 atas permintaan para pembalap, untuk memperjelas batasan yang diperbolehkan saat menyalip dan bertahan. Sejak diterapkan, dokumen itu telah mengalami dua kali pembaruan.
Pertemuan ini dilakukan setiap tahun, namun edisi kali ini menjadi sorotan besar menjelang Grand Prix Qatar karena serangkaian insiden kontroversial selama musim 2025. Penalti Oscar Piastri di GP Sao Paulo memecah opini publik dan kembali memicu perdebatan mengenai efektivitas pedoman tersebut—apakah masih diperlukan, dan bagaimana cara memperbaikinya.
Pertemuan itu juga dihadiri oleh tiga steward pembalap yang akan menjabat untuk musim 2026.
Lima Insiden Utama yang Jadi Bahan Perdebatan
Diskusi difokuskan pada lima insiden berikut:
-
Tabrakan Oscar Piastri dengan Kimi Antonelli di Brasil terkait manuver menyalip dari sisi dalam.
-
Duel Carlos Sainz dan Oliver Bearman di Monza terkait menyalip dari sisi luar.
-
Benturan Sainz dengan Liam Lawson di Zandvoort dan penerapan pedoman pada tikungan radius panjang.
-
Lando Norris yang mendapat tiga pelanggaran track limits saat mencoba menyalip Charles Leclerc di Austin.
-
Insiden Max Verstappen dan Leclerc di Mexico City terkait meninggalkan lintasan dan meraih keuntungan posisi.
-
Lawson lolos dari penalti setelah menyenggol Piastri di Las Vegas.
Apakah Para Pembalap Mendapatkan Keputusan yang Mereka Inginkan?
Carlos Sainz sebelumnya mengusulkan perubahan drastis, termasuk kemungkinan menghapus pedoman mengemudi F1 sepenuhnya.
Dalam pertemuan tersebut, steward menegaskan bahwa pedoman standar mengemudi hanyalah panduan, bukan peraturan resmi.
Beberapa poin penting yang muncul dari diskusi:
-
Penekanan lebih kuat terkait kepatuhan bendera kuning dan peningkatan aspek keselamatan.
-
Pembalap menyatakan preferensi kuat agar sidang insiden dilakukan setelah balapan bila bukti lengkap belum tersedia saat kejadian.
-
Pengakuan bersama bahwa pedoman tidak bisa mencakup semua situasi, sehingga keberadaan steward pembalap berpengalaman tetap krusial.
-
Usulan penambahan pedoman terkait bendera biru ikut dibahas.
FIA menyatakan bahwa masukan tersebut akan menjadi dasar penyempurnaan pedoman di masa mendatang bersama GPDA dan Komisi Pembalap FIA. Namun, disimpulkan bahwa tidak akan ada perubahan langsung untuk dua seri terakhir musim ini.