JAKARTA – Persib Bandung gagal memanfaatkan peluang merebut puncak klasemen Super League 2025/2026.
Mereka hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Persik Kediri pada pekan ke-16 yang berlangsung di Stadion Brawijaya, Senin malam, 5 Januari 2026.
Hasil imbang Persib kontra Persik membuat ambisi Maung Bandung menyalip Borneo FC tertahan, meski laga berjalan ketat dan penuh tensi hingga menit akhir.
Gol Persib dicetak oleh Saddil Ramdani pada menit ke-68 usai masuk sebagai pemain pengganti, namun situasi berbalik setelah sang winger menerima kartu merah pada menit ke-81.
Persik Kediri memaksa hasil seri melalui gol dramatis Muhammad Firly pada menit ke-90+5 yang memanfaatkan kelengahan lini belakang Persib di detik-detik terakhir laga.
Tambahan satu poin membuat Persib kini menempati peringkat ketiga klasemen dengan koleksi 35 poin, sejajar dengan Persija Jakarta di posisi kedua dan tertinggal dua angka dari Borneo FC di puncak.
Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak secara terbuka menyoroti kepemimpinan wasit Muhammad Tri Santoso yang memimpin pertandingan tersebut.
“Saya tidak senang dengannya, tentu saja kami akan mengirim surat (protes). Saya tidak bisa bicara banyak tentang wasit, itu saja,” ujar Hodak seusai laga.
Hodak memilih menahan diri untuk tidak mengulas lebih jauh keputusan wasit demi menghindari sanksi lanjutan dari otoritas liga.
“Tidak bisa, karena kalau saya beri tahu, nanti potong gaji (denda) jadi saya tidak mau itu (komentari wasit),” katanya.
Dari kubu pemain, bek Persib Alfeandra Dewangga mengungkapkan kekecewaan karena target kemenangan gagal diwujudkan meski tim tampil kompetitif.
“Yang pasti, kurang bahagia karena harusnya kita harus menang, dan hasil kita harus berbagi poin, satu poin,” kata Dewangga.
Hasil ini membuat Persib wajib meraih kemenangan pada laga berikutnya jika ingin terus menjaga tekanan terhadap Borneo FC dalam persaingan papan atas Super League musim ini.***