LONDON, UK – Pangeran William dikabarkan memberi ultimatum kepada adiknya, Pangeran Harry, untuk menceraikan Meghan Markle jika ingin kembali diterima dalam lingkaran keluarga kerajaan Inggris. Informasi ini muncul di tengah memanasnya hubungan keduanya, yang semakin meretakkan dinamika internal keluarga kerajaan dan menjadi sorotan publik internasional.
Menurut laporan dari Globe Magazine yang dikutip Geo TV pada Kamis (22/5/2025), seorang sumber dalam istana mengungkapkan bahwa William hanya bersedia membuka pintu rekonsiliasi dengan satu syarat mutlak: Harry harus berpisah dari Meghan.
“William tidak akan memperpanjang tawaran damai kepada Meghan,” kata sumber tersebut.
Ia menegaskan bahwa rencana pemulihan hubungan hanya berlaku untuk Harry tanpa kehadiran istrinya.
Konflik yang Memanas
Ketegangan antara William dan Harry bukanlah hal baru. Sejak Harry dan Meghan memutuskan mundur dari tugas kerajaan pada 2020 dan pindah ke California, hubungan mereka dengan keluarga kerajaan terus memburuk. Wawancara kontroversial dengan Oprah Winfrey, serial dokumenter Harry & Meghan di Netflix, hingga memoar Harry berjudul Spare , telah memperdalam jurang pemisah. Buku Spare bahkan disebut-sebut sebagai pemicu utama, dengan narasi yang menggambarkan Raja Charles III sebagai sosok yang “dingin secara emosional.”
Sumber istana menyebutkan bahwa William melihat perubahan besar pada kepribadian Harry sejak menikah dengan Meghan. “William menilai perubahan besar pada kepribadian Harry sejak menikah sebagai alasan utama renggangnya hubungan mereka,” ungkap laporan tersebut.
Isu ketidakharmonisan dalam pernikahan Harry dan Meghan juga menjadi bahan pembicaraan, yang tampaknya memengaruhi pandangan William terhadap sang adik.
Selain ultimatum soal perceraian, William dikabarkan juga tengah merancang langkah besar untuk mengeluarkan Harry dan Meghan dari garis suksesi kerajaan. William telah mengadakan pertemuan tertutup dengan anggota parlemen Inggris untuk membahas pencabutan gelar Duke dan Duchess of Sussex secara resmi. Langkah ini memerlukan persetujuan parlemen, menunjukkan betapa seriusnya William dalam “membersihkan” nama Harry dan Meghan dari catatan kerajaan.
“William ingin menunjukkan kekuatan penuh, dengan menghapus Harry dan Meghan yang dianggap telah menyimpang dari nilai kerajaan,” ujar seorang sumber. Laporan menyebut beberapa anggota keluarga kerajaan telah memberikan restu diam-diam atas rencana tersebut.
Spekulasi Perceraian Harry dan Meghan
Isu perceraian Harry dan Meghan bukan kali pertama mencuat. Sejak 2023, berbagai media melaporkan adanya ketegangan dalam pernikahan mereka. Marca melaporkan bahwa Harry telah menghubungi pengacara perceraian, dengan tekanan pernikahan dan konflik dengan keluarga kerajaan sebagai faktor utama. Sementara itu, Meghan disebut-sebut telah menyiapkan syarat besar jika perceraian terjadi, termasuk penyelesaian finansial, properti, dan mempertahankan gelar kerajaannya.
Namun, ada pula yang menyebut bahwa rumor ini sengaja disebarkan oleh pihak yang tidak menyukai Meghan. Seorang kritikus kerajaan menyatakan, “Simpatisan keluarga kerajaan dan pembenci Meghan selalu bersatu untuk menyerang Duchess of Sussex.” Meski begitu, Harry dikabarkan tetap bertahan demi anak-anaknya, Archie dan Lilibet, meskipun laporan menyebutkan bahwa ia kerap menghabiskan waktu sendirian di hotel terpisah dari Meghan.
Di sisi lain, Harry tampaknya berupaya meredakan konflik. Pada November 2024, ia memilih untuk tidak mempromosikan edisi baru Spare, sebuah langkah yang dipuji sebagai tanda ingin move on dari konflik keluarga. Pakar kerajaan Jennie Bond menyebutkan, “Saya pikir keputusannya untuk tidak menambahkan informasi baru dalam memoarnya dapat membuka peluang rekonsiliasi dengan Keluarga Kerajaan.”
Namun, sikap William yang kian keras, termasuk rencana untuk tidak mengundang Harry ke penobatannya kelak, menunjukkan bahwa jalan menuju damai masih panjang.