JAKARTA – Sebuah drone jatuh di Address Creek Harbour (Tower 2), kawasan hunian mewah di Dubai Creek Harbour, Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 02.45 waktu setempat seperti dilansir Khaleej Times.
Insiden tersebut memicu kebakaran kecil, tapi tim Pertahanan Sipil Dubai berhasil mengendalikannya. Kantor Media Dubai (DMO) memastikan tidak ada korban jiwa, sementara ikon Dubai Creek Tower tetap aman.
Drone diyakini berasal dari Iran, terkait konflik yang tengah berlangsung di Timur Tengah. Uni Emirat Arab (UEA) menjadi salah satu target serangan balasan Iran terhadap aset Amerika, menyusul operasi pencegahan yang dilakukan AS dan Israel.
Dubai Creek Tower sendiri digadang-gadang akan melampaui Burj Khalifa sebagai bangunan tertinggi di dunia. Menara rancangan arsitek Santiago Calatrava Valls ini direncanakan memiliki tinggi 928–1.300 meter dengan 210 lantai, meski konstruksinya sempat tertunda akibat pandemi Covid-19.
Pendiri Emaar Properties, Mohammed Alabbar, menegaskan menara ini bukan sekadar soal ketinggian. “Setelah Burj Khalifa, ketinggian saja kini sudah tidak cukup. Fokusnya kini adalah pada keindahan arsitektur dan kualitas lingkungan hidup,” ujarnya.
Dubai Creek Tower ditargetkan menjadi destinasi mewah dengan 20 juta turis per tahun. Lantai teratas akan difungsikan sebagai pertokoan, hotel, dan fasilitas wisata. Lokasinya juga strategis, dekat dengan Ras Al Khor Wildlife Sanctuary, Perpustakaan Mohamed Bin Rashid, Dubai Mall, dan hanya 14 menit dari Bandara Internasional Dubai.