Ketegangan di kawasan Teluk memasuki babak baru yang mengkhawatirkan. Pada Rabu (11/3/2026), dua pesawat tak berawak (drone) asal Iran jatuh di dekat Bandara Internasional Dubai (DXB), melukai empat warga negara asing. Insiden ini menandai minggu kedua kampanye serangan udara masif Teheran yang menargetkan negara-negara tetangganya.
Kantor Media Dubai mengonfirmasi bahwa ledakan tersebut menyebabkan luka ringan pada dua warga Ghana dan satu warga Bangladesh, serta luka sedang pada seorang warga India. Beruntung, otoritas bandara memastikan bahwa lalu lintas udara di DXB—bandara tersibuk di dunia—tetap beroperasi normal meskipun ledakan terjadi di area sekitar.
Ini merupakan serangan ketiga yang menghantam fasilitas DXB sejak konflik pecah pada 28 Februari lalu. Sebelumnya, sebuah terminal sempat rusak dan operasional penerbangan pernah terhenti total akibat ancaman serupa yang kian intens.
Perang Angka: Ribuan Drone di Langit Teluk
Skala konflik ini sangat masif. Kementerian Pertahanan UEA melaporkan telah mendeteksi setidaknya 1.475 drone yang diluncurkan dari Iran sejak permusuhan dimulai. Meski sistem pertahanan udara berhasil mencegat 1.385 di antaranya, 90 drone tetap berhasil menghantam daratan. Sejauh ini, total korban di seluruh UEA telah mencapai enam jiwa dan 122 orang terluka.
Pentagon mencatat bahwa Teheran telah meluncurkan lebih dari 500 rudal dan 2.000 drone ke berbagai target di Teluk, mulai dari pangkalan militer hingga infrastruktur energi di UEA, Arab Saudi, hingga Qatar.
Eskalasi yang Tak Terbendung
Serangan ini awalnya diklaim sebagai pembalasan atas serangan terkoordinasi AS-Israel ke wilayah Iran. Meskipun Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, sempat melontarkan permintaan maaf dan janji untuk menghentikan serangan ke negara tetangga pada 7 Maret lalu, fakta di lapangan justru berkata lain.
Pemerintah UEA dengan tegas menyebut serangan-serangan ini sebagai tindakan yang “tidak beralasan”. Mereka juga membantah tuduhan Teheran dan menegaskan bahwa tidak mengizinkan wilayah mereka digunakan sebagai pangkalan serangan terhadap Iran. Di tengah saling klaim dan serangan balasan ini, stabilitas keamanan di jalur transportasi global tersebut kini berada di ujung tanduk.
