JAKARTA – Kodam Iskandar Muda menuntaskan pembangunan dua jembatan darurat Bailey di Aceh hingga Jumat (16/1) sebagai langkah percepatan pemulihan konektivitas wilayah pascabencana banjir bandang dan longsor yang terjadi pada November lalu.
Jembatan Bailey pertama yang rampung berada di Bener Kelipah pada ruas strategis Aceh Utara–Bener Meriah–Takengon, Kabupaten Bener Meriah, dan kini sudah berdiri kokoh serta dapat dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat.
Keberadaan Jembatan Bener Kelipah langsung mengembalikan akses utama antarwilayah yang sebelumnya terputus sekaligus mempermudah mobilitas harian masyarakat setempat.
Jembatan Bailey kedua yang telah selesai dibangun adalah Jembatan Krueng Pelang di Kabupaten Aceh Tengah yang berada di jalur Bereunun–Pameu–Takengon dan sudah bisa dilalui kendaraan berat termasuk truk logistik.
Proses pembangunan Jembatan Krueng Pelang tergolong cepat karena progresnya melonjak dari 65 persen pada Minggu (11/1) hingga tuntas 100 persen pada Kamis (15/1).
Jembatan Krueng Pelang memiliki fungsi krusial karena kembali menghubungkan Kecamatan Silih Nara dan Rusip Antara di Aceh Tengah yang sempat terisolasi akibat dampak bencana alam.
Selain dua jembatan yang telah beroperasi, TNI juga menyiapkan pembangunan Jembatan Matang Serdang di Kabupaten Aceh Utara dengan material yang sudah berada di lokasi dan siap dirakit.
Jika Jembatan Matang Serdang selesai dibangun, akses masyarakat di wilayah terdampak diharapkan pulih sepenuhnya sehingga distribusi logistik, aktivitas sosial, dan roda perekonomian lokal kembali berjalan normal.***
