DEPOK – Dua Koperasi Merah Putih (KMP) di Kota Depok, yakni KMP Sukamaju dan KMP Mampang, resmi ditetapkan sebagai percontohan nasional oleh pemerintah pusat.
Dari 63 KMP yang ada di Depok, kedua koperasi ini dinilai telah memenuhi kriteria unggul, termasuk memiliki minimal tujuh gerai usaha yang aktif.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya nasional memperkuat ekonomi rakyat melalui pengembangan koperasi.
Wali Kota Depok, Supian Suri, menegaskan bahwa program Koperasi Merah Putih merupakan wujud nyata komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Program Koperasi Merah Putih merupakan wujud komitmen nasional dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan kelembagaan koperasi,” ujar Supian di Depok, Selasa (22/7/2025).
Ia menambahkan, dari rencana pembentukan 80.000 koperasi di seluruh Indonesia, 100 di antaranya telah beroperasi, termasuk dua koperasi di Depok yang disebutnya “start duluan” karena kesiapan dan keunggulannya.
KMP Sukamaju dan Mampang: Pusat Ekonomi Lokal
KMP Sukamaju menjadi sorotan karena telah mengoperasikan sejumlah unit usaha, mulai dari klinik kesehatan, apotek, toko bahan pokok, kantor pos, layanan LPG, hingga penjualan pupuk. Keberagaman usaha ini menjadi alasan utama KMP Sukamaju ditunjuk sebagai model percontohan nasional.
Sementara itu, KMP Mampang juga menunjukkan kesiapan serupa dengan koordinasi yang solid antara pengurus, pemerintah kelurahan, dan mitra strategis seperti Bank Mandiri, Kimia Farma, Bulog, hingga Pertamina.
“Keberadaan usaha-usaha tersebut menjadi dasar mengapa KMP Sukamaju layak ditunjuk sebagai lokasi mockup Koperasi Merah Putih,” kata Supian.
KMP Mampang pun mendapat dukungan penuh dari Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, yang memastikan kesiapan teknis dan administratif jelang peluncuran resmi.
“Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk menyukseskan program Koperasi Merah Putih yang digaungkan oleh Presiden Prabowo Subianto,” ungkap Chandra.
Dukungan Pemerintah untuk Koperasi Unggulan
Pemerintah Kota Depok memberikan dukungan nyata melalui alokasi dana hibah sebesar Rp30 juta untuk setiap KMP. Dana ini terbagi menjadi Rp15 juta untuk modal awal dan Rp15 juta untuk pengadaan sarana seperti laptop dan peralatan pendukung.
“Ini bagian dari komitmen kami untuk mendukung pengembangan koperasi di Kota Depok,” tegas Supian.
Selain itu, Depok juga fokus meningkatkan kapasitas pengurus koperasi melalui pelatihan dan bimbingan teknis. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM (DKUM) Depok, Mohamad Thamrin, menyatakan bahwa koperasi ini diharapkan langsung memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Minimal ada satu atau dua jenis usaha, seperti pengadaan token listrik atau layanan pembayaran PBB,” ujar Thamrin.
Visi Ekonomi Kerakyatan
Peluncuran Koperasi Merah Putih sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 yang menargetkan pembentukan 80.000 koperasi di seluruh Indonesia. Program ini bertujuan mendorong kemandirian ekonomi berbasis desa dan kelurahan melalui prinsip gotong royong dan partisipasi aktif masyarakat.
Supian optimistis koperasi menjadi penggerak utama ekonomi kerakyatan di Depok. “Kami meyakini koperasi adalah wadah yang efektif untuk itu, dan kami mendukung penuh pelaksanaan program Koperasi Merah Putih di Kota Depok,” tuturnya.
Keberhasilan KMP Sukamaju dan Mampang diharapkan menjadi inspirasi bagi 61 koperasi lainnya di Depok untuk segera mengembangkan usaha yang bermanfaat bagi warga.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan sinergi bersama mitra strategis, Koperasi Merah Putih di Depok siap menjadi model ekonomi rakyat yang berkelanjutan dan inklusif.