Juara dunia Formula 1 Lando Norris membagikan momen paling personal dalam kariernya lewat vlog perdana sejak memastikan gelar pembalap musim 2025. Video tersebut memberi gambaran intim tentang hari-hari krusial menjelang finis ketiga di Abu Dhabi—hasil yang cukup untuk mengantarkannya ke puncak dunia—serta bagaimana perjalanan balap selama 18 tahun seolah berputar ulang di benaknya pada dua lap terakhir.
Dalam vlog berdurasi 11 menit bertajuk “THE BEST 24 HOURS OF MY LIFE” yang diunggah ke YouTube pada 7 Januari, pembalap McLaren berusia 26 tahun itu menggambarkan detik-detik akhir balapan 7 Desember 2025 dengan emosi mendalam. Ia mengaku, pada awalnya balapan terasa biasa saja—hingga waktu seperti melambat di dua lap penentuan.
“Rasanya seperti balapan normal. Tapi tinggal dua lap, dan waktu mulai berjalan lebih lambat,” tutur Norris. “Kamu mulai memikirkan setiap baut kecil, setiap mur, setiap kabel. Aku membayangkan di dalam mobil, apa yang sedang dilakukan semua komponen.”
Norris memastikan gelar juara dunia pertamanya dengan keunggulan tipis dua poin atas Max Verstappen dari Red Bull Racing. Rekan setimnya, Oscar Piastri, finis ketiga klasemen akhir, tertinggal 16 poin. Pada balapan pamungkas, Verstappen memenangi lomba, Piastri finis kedua, sementara Norris mengamankan podium—cukup untuk mengunci mahkota juara.
Dari Go-Kart hingga Mimpi yang Jadi Nyata
Dalam dua lap terakhir di bawah sorot lampu Sirkuit Abu Dhabi, pikiran Norris melayang jauh ke masa lalu.
“Aku teringat pertama kali naik go-kart,” katanya. “Di lapangan tenis kecil, pakai ban slick, cuma muter-muter dan bikin donut. Seru banget.”
Kenangan itu berlanjut ke perjalanannya di Formula 4, Formula 3, Formula 2, hingga akhirnya tiba di Formula 1.
Momen paling emosional muncul saat ia membayangkan keluarganya di garasi. “Tiba-tiba aku melihat ibuku di garasi,” ucap Norris dengan suara bergetar.
“Itu momen pertama sepanjang tahun ini ketika aku benar-benar sadar apa yang sedang terjadi. Aku membayangkan orangtuaku, kakakku, adik-adikku—semua ada di sana untuk empat tikungan terakhir.”
Sang ibu, Cisca Wauman, sempat tertangkap kamera siaran langsung saat hitungan lap semakin menipis. Kepada Sky Sports F1, ia mengaku kelelahan secara emosional namun sangat bahagia, mengenang pengorbanan keluarga sejak Norris mulai balapan go-kart di usia tujuh tahun.
Trofi FIA dan Ucapan Terima Kasih
Vlog tersebut juga menampilkan cuplikan FIA Awards di Tashkent, Uzbekistan, pada 11–12 Desember, saat Norris secara resmi menerima trofi juara dunia.
“Ini akan jadi pertama kalinya aku benar-benar menyentuh trofi kejuaraan ini,” ujarnya sebelum naik ke panggung. Pada acara yang sama, McLaren juga menerima trofi Kejuaraan Konstruktor untuk tahun kedua berturut-turut.
Di penghujung video, Norris menyampaikan rasa terima kasih kepada para penggemarnya.
“Terima kasih banyak. Merupakan kehormatan bisa mewakili kalian dan memberikan yang terbaik setiap akhir pekan. Aku akan mengangkat trofi ini sambil memikirkan semua orang yang telah menjadi bagian dari perjalanan ini.”
Dengan pencapaian tersebut, Norris menjadi juara dunia pembalap McLaren pertama sejak Lewis Hamilton pada 2008, dan akan menggunakan nomor satu di mobilnya untuk musim 2026.