MANADO – Potensi investasi di Sulawesi Utara (Sulut) kembali mencuri perhatian.
Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengungkapkan, terdapat dua proyek unggulan dalam Peta Peluang Investasi (PPI) di provinsi ini dengan total nilai mencapai Rp39,7 triliun.
Staf Ahli Bidang Pemerataan dan Kemitraan Penanaman Modal BKPM, Andi Maulana, menyebut proyek tersebut mencakup sektor infrastruktur dan pariwisata.
“Kedua proyek tersebut di bidang infrastruktur dan sektor pariwisata,” ujarnya dalam kegiatan North Sulawesi Investment Challenge (NSIC) 2025 di Manado, dikutip dari Antara, Jumat (8/8/2025).
Proyek pertama adalah pembangunan Pelabuhan Internasional Bitung dengan nilai investasi fantastis, yakni sekitar Rp38,8 triliun.
Sementara di sektor pariwisata, fokus diarahkan pada pengembangan Kawasan Marina Pantai Surawaya di Kabupaten Minahasa Utara, dengan estimasi investasi sebesar Rp929,6 miliar.
Bagian dari Proyek Nasional Bernilai Ratusan Triliun
Andi menjelaskan bahwa dua proyek strategis ini menjadi bagian dari 86 proyek PPI yang tengah ditawarkan pemerintah, dengan total nilai keseluruhan Rp255,7 triliun.
Proyek-proyek tersebut mencakup delapan sektor prioritas dan tersebar di 34 provinsi di Indonesia.
Selain itu, kinerja investasi di Sulut terus menunjukkan tren positif.
Berdasarkan data BKPM, realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di kabupaten dan kota di Sulut sejak 2020 hingga semester I 2025 didominasi oleh Kabupaten Minahasa Utara (63% PMA) dan Kota Manado (40% PMDN).
Singapura Jadi Investor Terbesar
Untuk periode 2020 hingga semester I 2025, lima besar negara asal PMA di Sulut adalah Singapura (Rp8,1 triliun), Tiongkok (Rp2,3 triliun), Hong Kong (Rp0,7 triliun), Amerika Serikat (Rp0,3 triliun), dan Malaysia (Rp0,3 triliun).
Sektor PMA di Sulut banyak berfokus pada pertambangan, industri makanan, listrik, gas, dan air, industri kertas dan percetakan, serta transportasi, gudang, dan telekomunikasi.
Sementara PMDN mengalir pada sektor pertambangan, perumahan, kawasan industri dan perkantoran, listrik, gas, dan air, transportasi, gudang, telekomunikasi, hingga perdagangan dan reparasi.***