JAKARTA – General Manager Ducati Corse, Luigi Dall’Igna, buka suara soal dinamika internal tim pabrikan Ducati yang kini diperkuat dua pembalap top MotoGP; Marc Marquez dan Francesco Bagnaia.
Kehadiran Marquez, juara dunia MotoGP enam kali, bersama Bagnaia yang telah mengoleksi dua gelar juara dunia, menciptakan kombinasi yang disebut Dall’Igna sebagai “Dream Team” bagi tim asal Italia tersebut.
Meski menyadari potensi gesekan akibat ambisi besar keduanya untuk menjadi juara, Dall’Igna menilai situasi di dalam tim masih dalam kendali karena keduanya memiliki etika profesional yang tinggi.
“Kedua pembalap kami tidak terbukti sulit untuk dikelola. Marc dan Pecco cerdas, mereka tahu sejauh mana mereka bisa pergi dan kapan harus berhenti,” ujar Dall’Igna menegaskan.
Ketika ditanya soal peluang keduanya membagi gelar juara, Dall’Igna menyampaikan harapannya dengan nada diplomatis.
“Gelaran juara dunia tahun ini untuk Marquez dan tahun depan untuk Pecco? Saya akan menerimanya segera, tanpa memedulikan urutannya,” katanya.
Namun, performa Marquez dan Bagnaia di musim 2025 menunjukkan tren berbeda. Marquez tampil impresif bersama motor terbaru Ducati dan kerap mendominasi balapan, sementara Bagnaia masih mencari konsistensi.
Meski sempat mencatat kemenangan dan beberapa podium, Bagnaia kesulitan menjaga performa stabil dan belum mampu tampil kompetitif secara konsisten seperti musim-musim sebelumnya.
Situasi tersebut memunculkan keyakinan publik bahwa Marquez berpeluang besar menjadi juara dunia MotoGP 2025, sementara Ducati tetap memberikan dukungan penuh untuk membantu Bagnaia bangkit di paruh kedua musim.
Komitmen Ducati terhadap kedua pembalap utamanya tetap menjadi prioritas, seiring ambisi mempertahankan dominasi di kelas utama MotoGP.