SAN ANTONIO – Dylan Harper memberikan sinyal kuat mengenai perannya bersama San Antonio Spurs untuk menghadapi musim NBA 2026-27.
Pernyataan tersebut muncul setelah Harper menjalani musim debut yang semakin meyakinkan, terutama ketika Spurs melaju hingga NBA Finals.
Spurs memang gagal merebut gelar setelah kalah 1-4 dari New York Knicks dalam seri final yang berakhir pada Juni 2026.
Namun, Harper justru menunjukkan perkembangan pesat dan menjadi salah satu pemain muda yang mendapat sorotan selama perjalanan San Antonio menuju partai puncak.
Mengutip HITC, Selasa (29/9/2026), pada laga kelima NBA Finals, Harper mencetak 25 poin, lima rebound, dan empat assist meski Spurs akhirnya kalah 90-94.
Dalam lima pertandingan final, Harper juga tampil produktif dengan rata-rata 18 poin, 6,4 rebound, dan 3 assist per pertandingan.
Karena performa tersebut, pembahasan mengenai kemungkinan Harper menjadi starter semakin ramai menjelang musim baru.
Harper sebelumnya lebih banyak menjalankan peran sebagai pemain cadangan, sementara posisi guard utama Spurs diisi De’Aaron Fox dan Stephon Castle.
Dalam wawancara bersama GQ, Harper sempat mencoba memberikan jawaban diplomatis ketika ditanya mengenai kemungkinan kembali menjadi pemain keenam.
“Bagaimana jawaban politiknya? Saya akan melakukan apa pun yang dibutuhkan tim, kawan. Kalau itu berarti keluar dari bangku cadangan….”
Namun, Harper langsung mengubah nada jawabannya dengan pernyataan yang jauh lebih tegas.
“Itu gila. Tidak mungkin. Saya tidak akan keluar dari bangku cadangan.”
Ucapan tersebut disampaikan Harper dalam suasana wawancara yang bernada santai dan menjadi gambaran keinginannya untuk mendapatkan peran lebih besar.
Harper kemudian kembali memberikan klarifikasi mengenai komentarnya sehingga belum dapat dipastikan apakah Spurs akan menempatkannya sebagai starter sejak awal musim.
Situasi tersebut membuat persaingan di lini belakang Spurs menjadi salah satu hal menarik yang akan dipantau saat musim 2026-27 dimulai.
San Antonio memiliki tiga guard berbakat dalam diri Fox, Castle, dan Harper sehingga pelatih Mitch Johnson harus menentukan komposisi paling efektif.
Johnson sendiri telah membuka kemungkinan memainkan Harper bersama Fox dan Castle lebih sering pada musim mendatang.
Bagi Harper, tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa performa impresif di postseason dapat diterjemahkan menjadi kontribusi konsisten sepanjang musim.
Pada musim rookie, Harper membukukan rata-rata 11,8 poin, 3,4 rebound, dan 3,9 assist dalam 69 pertandingan.
Ia juga menunjukkan kemampuan menciptakan dampak besar ketika mendapat menit bermain lebih banyak di panggung playoff.
Kini, perhatian tertuju pada keputusan Spurs mengenai susunan pemain utama dan bagaimana Harper akan ditempatkan dalam rotasi.
Dengan Victor Wembanyama sebagai pusat permainan San Antonio, kombinasi Harper, Castle, dan Fox menjadi salah satu opsi penting untuk membangun kekuatan Spurs musim depan.
Spurs dijadwalkan membuka musim 2026-27 menghadapi Oklahoma City Thunder pada 20 Oktober, sehingga jawaban mengenai posisi Harper akan segera terlihat.***