JAKARTA – Luka Doncic menilai Adou Thiero sebagai salah satu pemain Los Angeles Lakers yang mengalami perkembangan paling mencolok.
Komentar tersebut muncul menjelang bergulirnya musim NBA 2026-27 yang membuat persaingan internal Lakers semakin menarik.
Selain Doncic, Austin Reaves dan Walker Kessler menjadi nama yang banyak mendapat perhatian dalam persiapan Lakers.
Namun, Doncic melihat Thiero sebagai pemain yang berpotensi mengejutkan setelah menjalani musim panas dengan perkembangan pesat.
“Saya pikir ada banyak pemain yang kurang mendapat perhatian dalam kelompok kami,” kata Doncic seperto dilansir Fadeaway World, Selasa (29/9/2026).
“Saya tidak bisa menyebut satu nama secara khusus, tetapi banyak pemain baru kami yang diremehkan dan akan sangat membantu,” ujarnya.
“Tetapi apa yang saya lihat dari Adou, seperti yang Anda katakan, perkembangannya tahun ini sangat luar biasa,” kata Doncic.
“Jadi, saya sangat bersemangat menantikan penampilannya,” lanjut bintang asal Slovenia tersebut.
Thiero memang belum banyak mendapat kesempatan bermain pada musim debutnya bersama Lakers karena sejumlah masalah cedera.
Brooklyn Nets memilih Thiero pada urutan ke-36 NBA Draft 2025 sebelum hak pemain tersebut kemudian ditukar kepada Lakers.
Pemain berusia 22 tahun itu memiliki postur 6 kaki 7 inci atau sekitar 201 sentimeter dengan kemampuan atletik yang menjadi salah satu kekuatannya.

Cedera lutut kiri yang dialaminya saat masih membela Arkansas membuat persiapan Thiero menuju NBA terganggu.
Ia kemudian menjalani operasi dan harus melewatkan Summer League, pramusim serta 13 pertandingan pertama Lakers pada musim 2025-26.
Thiero akhirnya melakoni debut NBA ketika Lakers menghadapi Milwaukee Bucks pada 15 November 2025.
Dalam pertandingan tersebut, Lakers menang telak 119-95, tetapi Thiero masih mendapatkan kesempatan bermain secara bertahap.
Cedera kembali menghampirinya pada akhir Desember 2025 setelah mengalami masalah pada ligamen MCL lutut kanan.
Thiero baru kembali bermain pada pertengahan Februari dan belum memperoleh peran besar hingga musim reguler berakhir.
Sepanjang musim rookie, Thiero hanya tampil dalam 25 pertandingan untuk Lakers dengan kontribusi yang masih terbatas.
Ia mencatat rata-rata 1,9 poin, 1,1 rebound, 0,4 assist, 0,3 steal dan 0,1 blok per pertandingan.
Situasi tersebut membuat Thiero membutuhkan peningkatan signifikan agar bisa menembus rotasi utama Lakers pada musim keduanya.
Perkembangan itu mulai terlihat ketika Thiero tampil lebih meyakinkan dalam California Classic dan Las Vegas Summer League.
Ia membukukan rata-rata 14,1 poin, 5,4 rebound, 2,7 assist, 2,1 steal dan 0,4 blok per pertandingan.
Catatan tersebut memperlihatkan peningkatan kontribusi yang cukup besar dibandingkan penampilan terbatasnya pada musim rookie.
Kemampuan atletik dan potensi defensif menjadi modal penting Thiero untuk memperjuangkan menit bermain lebih banyak.
Dari sisi serangan, Thiero masih perlu berkembang, tetapi Lakers memiliki sejumlah pemain yang dapat menjadi sumber utama produksi poin.
Karena itu, energi, kecepatan, tekanan defensif dan kemampuan bertahan Thiero dapat menjadi nilai tambah bagi rotasi Lakers.
Pelatih Lakers JJ Redick juga melihat perkembangan positif Thiero setelah pemain tersebut mendapatkan periode latihan tanpa gangguan cedera.
“Adou menjalani enam hingga tujuh pekan terakhir yang sangat baik di Los Angeles,” ujar Redick.
“Dia tidak menjalani latihan pada musim panas setelah draft maupun pada musim semi sebelum draft, lalu melewatkan seluruh pramusim bersama kami tahun lalu,” katanya.
“Setelah itu, dia mengalami cedera berikutnya pada Januari,” lanjut Redick.
“Ini mungkin menjadi periode perkembangan tanpa gangguan paling panjang yang dia jalani sejak menjadi pemain Lakers,” ujar Redick.
“Dia berkembang setiap hari,” kata Redick melanjutkan.
“Dia juga menjalani sesi pickup yang sangat bagus hari ini,” tambahnya.
Thiero kini menghadapi persaingan ketat untuk mendapatkan tempat dalam rotasi Lakers pada musim 2026-27.
Kehadiran sejumlah pemain baru membuat kesempatan bermain harus diperjuangkan melalui performa konsisten sejak awal musim.
Jika mampu mempertahankan perkembangan tersebut, Thiero berpeluang menjadi opsi defensif penting dalam strategi Redick.
Sementara itu, Doncic tetap menjadi pusat permainan Lakers setelah memasuki musim NBA ke-9 dalam kariernya.
Bintang Slovenia tersebut mengejar gelar juara NBA pertama setelah sebelumnya enam kali terpilih sebagai All-Star.
Doncic juga menegaskan ambisinya untuk memberikan kemampuan terbaik setiap hari demi membawa Lakers mengejar gelar juara.***