Lantai bursa langsung membara tepat di hari pertama perdagangan pasca-libur panjang Nyepi dan Idulfitri 2026. Seolah melepaskan “dahaga” investasi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengamuk dengan lonjakan drastis melampaui prediksi para analis, sekaligus membawa angin segar bagi portofolio para investor di tanah air.
Menutup perdagangan Rabu (25/3/2026), IHSG tercatat meroket 2,75 persen atau bertambah 195,28 poin ke posisi 7.302,12. Angka ini jauh melampaui target resistance yang sebelumnya diprediksi para ekonom di level 7.200 hingga 7.250.
Dominasi pasar terlihat sangat timpang; dari 958 saham yang melantai, sebanyak 597 saham parkir di zona hijau, sementara hanya 164 saham yang terkoreksi. Nilai transaksi pun tercatat jumbo, menembus Rp25,3 triliun hanya dalam satu hari perdagangan.
Sembilan dari sebelas sektor kompak menguat. Sektor Industri menjadi primadona dengan lonjakan fantastis 5,98 persen, disusul oleh sektor Energi yang naik 5,15 persen. Di sisi lain, indeks saham syariah (JII) juga tak mau kalah dengan lonjakan 4,86 persen, menunjukkan kepercayaan diri investor yang merata.
Sentimen Global: Kabar Damai dari Washington
Meledaknya IHSG hari ini bukan tanpa alasan. Selama bursa domestik tutup, pasar global mengalami rally panjang yang dipicu oleh kebijakan tak terduga Presiden AS, Donald Trump.
Pada 23 Maret lalu, Trump mengumumkan penundaan serangan militer ke fasilitas energi Iran selama lima hari. Kabar “pending” konflik ini langsung meredakan tensi geopolitik, membuat Wall Street menghijau dan bursa Asia (Nikkei hingga Shanghai) kompak meroket. Kondisi ini menjadi “bahan bakar” utama bagi investor domestik untuk melakukan aksi beli massal begitu pasar dibuka pagi tadi.
Dukungan internal juga datang dari kebijakan moneter yang stabil. The Fed tetap menahan suku bunga di level 3,50-3,75 persen, yang diikuti langkah Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di angka 4,75 persen. Ditambah dengan penguatan tipis Rupiah terhadap Dolar AS, fundamental pasar modal Indonesia terlihat sangat kokoh memasuki akhir Maret ini.