SUKOHARJO – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas gizi anak sekolah, tetapi juga mulai memicu pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemberdayaan pelaku usaha kecil di berbagai daerah.
Di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, program MBG menjadi peluang baru bagi pelaku UMKM roti rumahan untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus membuka kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar yang sebelumnya kesulitan mendapatkan pekerjaan.
Salah satu contoh nyata terlihat pada Pabrik Roti dan Kue Permata, sebuah usaha rumahan yang kini mengalami lonjakan aktivitas produksi setelah terlibat dalam rantai pasok program MBG.
Pemilik usaha, Niko, mengungkapkan bahwa meningkatnya kebutuhan roti dan kue untuk mendukung program tersebut membuat usahanya berkembang lebih cepat dibanding sebelumnya.
“Program ini sangat membantu sekali. Kami bisa memperkerjakan saudara-saudara kami untuk membantu produksi,” ujarnya saat ditemui di rumahnya, Rabu (11/3).
Usaha roti rumahan yang berlokasi di Combongan RT 1 RW 1, Desa Combongan, Sukoharjo, Jawa Tengah, kini mampu mempekerjakan sekitar sepuluh karyawan tetap yang bertugas di berbagai lini produksi hingga pengemasan.
Selain pekerja tetap, Niko juga melibatkan tenaga kerja tambahan yang dipanggil secara fleksibel ketika pesanan meningkat untuk memastikan kebutuhan produksi dapat terpenuhi tepat waktu.
Menurutnya, keberadaan usaha ini juga membuka peluang bagi warga yang sebelumnya sulit terserap di sektor industri besar, termasuk pekerja berusia lebih tua dan masyarakat yang terdampak pemutusan hubungan kerja dari perusahaan manufaktur.
Kesempatan kerja tersebut memberikan harapan baru bagi warga sekitar yang ingin tetap produktif meskipun tidak lagi bekerja di pabrik besar.
Di sisi lain, manfaat program MBG juga dirasakan langsung oleh keluarga para orang tua siswa karena kebutuhan makanan bergizi anak di sekolah kini telah dipenuhi melalui program pemerintah.
Kondisi tersebut dinilai membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga, terutama bagi keluarga dengan anak usia sekolah.
Niko pun menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas implementasi program yang menurutnya memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Prabowo yang sudah menghadirkan program ini. Program ini bukan hanya membantu anak-anak sekolah mendapatkan makanan bergizi, tetapi juga membantu usaha kecil seperti kami berkembang dan membuka lapangan pekerjaan,” katanya.
Ia berharap program MBG dapat terus berlanjut karena dinilai mampu menciptakan dampak ganda, yakni meningkatkan pemenuhan gizi bagi pelajar sekaligus memperkuat pertumbuhan UMKM lokal.
Dengan meningkatnya permintaan produksi dari program tersebut, usaha kecil seperti pabrik roti rumahan memiliki peluang untuk berkembang lebih cepat dan memperluas kontribusinya terhadap ekonomi daerah.***