JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keyakinannya bahwa ekonomi Indonesia akan kembali menciptakan kejutan positif yang dapat diuji secara objektif oleh para pakar dan pelaku pasar dalam waktu dekat.
Optimisme terhadap ekonomi Indonesia tersebut ditegaskan Prabowo dalam forum Indonesia Economic Outlook, Jumat (13/2), dengan menekankan bahwa fondasi pertumbuhan nasional kini semakin kuat dan terjaga stabilitasnya.
Menurut Prabowo, arah kebijakan pemerintah sepanjang tahun lalu telah menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat daya tahan ekonomi Indonesia di tengah tantangan global yang fluktuatif.
“Para pakar silakan menilai, saya percaya bahwa kita akan membuat kejutan demi kejutan,” ujar Prabowo kala memberi sambutan di Indonesia Economic Outlook, Jumat (13/2).
Dalam pemaparannya, Prabowo menjelaskan bahwa sejumlah program strategis pemerintah telah berdampak langsung terhadap pergerakan indikator makroekonomi nasional.
Ia mencontohkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai turut mendorong konsumsi rumah tangga hingga tumbuh 4,98 persen pada tahun lalu, naik tipis dibandingkan capaian 4,94 persen pada periode sebelumnya.
Konsumsi domestik yang tetap terjaga tersebut menjadi sinyal bahwa daya beli masyarakat masih relatif kuat dan berkontribusi signifikan terhadap struktur pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain konsumsi, Prabowo juga mengungkapkan laporan internal yang menunjukkan tren penurunan angka kemiskinan, tingkat pengangguran, serta ketimpangan sosial sepanjang tahun lalu.
Ia menegaskan bahwa perbaikan indikator sosial tersebut menjadi landasan penting bagi akselerasi ekonomi Indonesia ke depan karena pertumbuhan yang sehat harus bertumpu pada penguatan kelompok masyarakat paling rentan.
“Dan dari lapisan paling bawah inilah Indonesia akan bangkit menjadi kekuatan ekonomi yang dinamis,” ujarnya.
Presiden menambahkan bahwa strategi pembangunan ke depan akan difokuskan pada pemberdayaan ekonomi akar rumput agar dampak pertumbuhan lebih merata dan berkelanjutan.
Salah satu agenda besar yang disiapkan adalah pembangunan 5.000 desa nelayan hingga 2029 guna memperkuat sektor kelautan dan meningkatkan produktivitas masyarakat pesisir.
Selain itu, pemerintah juga akan memperluas dan memperkuat Program Koperasi Desa Merah Putih sepanjang tahun ini sebagai instrumen penggerak ekonomi lokal berbasis komunitas.
Prabowo menekankan bahwa kebijakan tersebut tidak hanya mengejar angka pertumbuhan, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi masyarakat kecil agar lebih percaya diri menghadapi kompetisi global.
“Kita bangkit bersama. Indonesia insyaAllah nanti bukan saja raksasa yang tertidur, tapi kita harus bangkit menjadi raksasa yang mampu berdiri dan membangun kehidupan lebih baik bagi rakyatnya,” tutup dia.***