JAKARTA – Mantan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi Sapto Pribowo ditunjuk sebagai komisaris Transjakarta. Penunjukan ini ditetapkan melalui Keputusan Para Pemegang Saham (KPPS) di luar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 1 Agustus 2025, sebagai bagian dari strategi meningkatkan layanan transportasi publik di ibu kota.
Bersama Johan Budi, dua tokoh lain, Zudan Arif Fakrulloh dan Muhammad Ainul Yakin, juga diangkat sebagai komisaris baru. Ketiganya menggantikan Mashuri Masyhuda dan Bambang Eko Martono, yang telah mengabdi sejak 2022 dan 2023.
“Terima kasih atas dedikasi sebagai Komisaris Transjakarta untuk Bapak Mashuri Masyhuda dan Bapak Bambang Eko Martono,” tulis laman Instagram @pttransjakarta.
“Selamat bertugas Bapak Johan Budi Sapto Pribowo, Bapak Zudan Arif Fakrulloh, dan Bapak Muhammad Ainul Yakin sebagai Komisaris Transjakarta.”
Latar Belakang dan Perjalanan Karier Johan Budi
Johan Budi Sapto Pribowo, kelahiran Mojokerto, 29 Januari 1966, bukanlah sosok asing di ranah publik. Sebelum masuk dunia pemerintahan, ia meniti karier sebagai jurnalis.
Ia pernah menjadi kolumnis di Harian Media Indonesia (1994–1999), reporter dan editor di Majalah Forum Keadilan (1995–2000), serta editor desk politik di Majalah Tempo. Nama Johan mulai dikenal luas saat menjabat sebagai Juru Bicara KPK pada 2006–2014, di era kepemimpinan Antasari Azhar hingga Abraham Samad.
Setelah meninggalkan KPK, Johan dipercaya sebagai Staf Khusus sekaligus Juru Bicara Presiden Joko Widodo pada 2016–2019, menjadi jembatan komunikasi antara Istana dan publik. Pada 2018,
ia memutuskan terjun ke dunia politik bersama PDI Perjuangan. “Saya memutuskan untuk beralih dalam ladang pengabdian yang berbeda, yaitu melalui jalur politik,” ujar Johan pada 17 Juli 2018.
Pada Pemilu 2019, ia berhasil terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2019–2024 dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VII, meliputi Kabupaten Magetan, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, dan Trenggalek, dengan perolehan 76.395 suara. Di DPR, ia aktif di Komisi III yang membidangi hukum dan pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR selama delapan bulan hingga November 2022.
Johan dikenal menjalankan kampanye bersih tanpa politik uang, mengandalkan alat peraga dari Tim Kampanye Nasional Jokowi–Ma’ruf dan DPP PDI-P.
Meski sempat mencalonkan diri sebagai pimpinan KPK pada 2024, Johan gagal lolos tahap wawancara dan tes jasmani. Kini, ia kembali ke ranah pengabdian publik sebagai Komisaris Transjakarta, diharapkan membawa pengalaman dan perspektif baru dalam pengelolaan transportasi publik Jakarta.
Penyegaran untuk Transportasi Publik Jakarta
Pergantian komisaris ini merupakan bagian dari strategi Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno untuk memperkuat tata kelola dan inovasi di Transjakarta. Zudan Arif Fakrulloh, yang kini menjabat Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), sebelumnya pernah menjadi Dirjen Dukcapil Kemendagri (2015–2023) dan Penjabat Gubernur Gorontalo serta Sulawesi Barat. Sementara Muhammad Ainul Yakin adalah Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) DKI Jakarta.
“Perubahan ini merupakan bagian dari upaya perbaikan tata kelola dan peningkatan kualitas layanan Transjakarta,” ujar Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Humas Transjakarta, Tjahyadi DPM, Sabtu (2/8/2025). Dengan susunan baru, jajaran komisaris kini terdiri dari Untung Budiharto sebagai Komisaris Utama, serta Luky Arliansyah, Johan Budi, Zudan Arif Fakrulloh, dan Muhammad Ainul Yakin sebagai komisaris.
Harapan untuk Jakarta Kota Global
Penunjukan Johan Budi dan komisaris baru lainnya diharapkan membawa angin segar bagi Transjakarta, mendukung visi Jakarta sebagai kota global dengan transportasi publik yang modern, aman, dan inklusif.
“Selamat mengemban amanah baru. Terus hadirkan perubahan nyata demi transportasi publik yang lebih modern, aman, dan terjangkau,” tulis manajemen Transjakarta.
Langkah ini juga menandai kembalinya Johan Budi ke ranah pengawasan publik, kali ini di sektor transportasi. Dengan pengalaman panjang di bidang jurnalistik, pemberantasan korupsi, dan politik, ia diharapkan mampu memperkuat pengelolaan strategis Transjakarta untuk melayani jutaan warga Jakarta setiap hari.