BANDUNG – Dua hari menjelang pertandingan krusial antara Persib Bandung dan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, ketegangan antarsuporter mulai memanas.
Laporan awal mengindikasikan adanya aksi perusakan yang diduga dilakukan oleh sekelompok pendukung Persija di sekitar Jembatan Layang Pasupati, disertai pemasangan spanduk provokatif di atas Jalan Cikapayang. Insiden ini menambah panasnya rivalitas klasik dua klub sepak bola terbesar di Indonesia yang kerap disebut sebagai El Clasico Indonesia.
Menurut sumber yang dekat dengan kejadian, aksi tersebut terjadi pada Kamis malam, 7 Januari 2026, ketika sekelompok orang yang diduga fans Persija tiba di Bandung untuk mendukung tim kesayangan mereka.
Jembatan ikonik yang menghubungkan berbagai kawasan di Bandung itu menjadi sasaran coretan dan kerusakan minor, termasuk grafiti berisi slogan-slogan pendukung Macan Kemayoran, julukan Persija.
Ketegangan semakin meningkat dengan munculnya spanduk psywar yang dipasang secara strategis. Spanduk berukuran besar itu tergantung di kawasan lalu lintas padat dan berisi pesan yang diduga ditujukan untuk mengintimidasi suporter tuan rumah, Bobotoh Persib. Pemasangan spanduk di ruang publik ini menimbulkan kekhawatiran terkait keselamatan dan ketertiban umum.

Rivalitas Persib dan Persija bukan hal baru di sepak bola Indonesia. Kedua tim telah bersaing sejak era Perserikatan hingga Liga 1, dengan sejarah panjang penuh drama, mulai dari kemenangan heroik hingga insiden kekerasan antarsuporter.
Pertandingan akhir pekan ini, yang dijadwalkan berlangsung Minggu, 11 Januari 2026, diprediksi menyedot puluhan ribu penonton. Persib yang tengah berada dalam performa apik di papan atas klasemen berambisi mempertahankan rekor tak terkalahkan di kandang, sementara Persija datang dengan skuad baru yang diharapkan mampu membalikkan tren kurang baik musim ini.
Insiden ini mengingatkan pada kejadian serupa di masa lalu, termasuk bentrokan suporter pada 2019 yang menyebabkan korban jiwa dan mendorong PSSI menerapkan aturan pengamanan ketat untuk pertandingan berisiko tinggi. Untuk laga ini, PSSI telah menyiapkan protokol khusus, antara lain pemisahan zona suporter dan pemeriksaan ketat di pintu masuk stadion. Situasi H-2 jelang laga panas Persib vs Persija di Stadion GBLA pun dinilai rawan eskalasi.
Warga Bandung merespons beragam. Seorang pedagang kaki lima di sekitar Pasupati, yang enggan disebutkan namanya, mengaku khawatir dampaknya terhadap lalu lintas dan aktivitas usaha. “Vandalisme seperti ini bikin resah. Semoga polisi cepat menanganinya,” tutupnya.