JAKARTA – Salah seorang gembong narkoba paling berpengaruh di Meksiko, Nemesio Oseguera alias El Mencho, tewas dalam penggerebekan militer pada Minggu (22/2/2026). Operasi pasukan khusus Meksiko di Tapalpa, Jalisco, menewaskan pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG) berusia 60 tahun itu setelah ia terluka dan ditahan.
Jenazah El Mencho dibawa ke Mexico City dengan pengawalan ketat Garda Nasional. Dilansir dari Reuters, Senin (23/2/2026), gugus tugas baru yang dipimpin militer AS turut berperan dalam operasi, dengan dukungan intelijen dari Washington. Gedung Putih memuji keberhasilan militer Meksiko, menyebutnya sebagai langkah besar dalam memerangi kartel.
Kekerasan Balasan
Segera setelah kabar kematian El Mencho menyebar, anggota CJNG melakukan serangan balasan:
- Membakar mobil dan bisnis di lebih dari enam negara bagian.
- Melumpuhkan sebagian wilayah, termasuk Puerto Vallarta, yang digambarkan turis sebagai “zona perang.”
- Sejumlah maskapai besar seperti Air Canada, United Airlines, Aeromexico, dan American Airlines menangguhkan penerbangan ke kawasan tersebut.
Profil El Mencho
- Mantan polisi yang mendirikan CJNG.
- Kartel berkembang pesat di bawah kepemimpinannya, dikenal dengan taktik brutal seperti perekrutan paksa dan penggunaan drone untuk menyerang warga sipil.
- Selain narkoba, CJNG merambah ke pencurian bahan bakar, pemerasan, penyelundupan manusia, hingga penipuan keuangan.
Dampak Politik & Keamanan
Presiden Claudia Sheinbaum kini menghadapi tekanan besar dari AS untuk memperkuat serangan terhadap kartel, khususnya terkait fentanyl. Ia menegaskan akan bekerja sama dengan Washington namun tetap menjunjung kedaulatan Meksiko.
Para analis memperingatkan kematian El Mencho bisa memicu perebutan kekuasaan internal CJNG. “Pasti akan ada bentrokan antara berbagai faksi, dan gelombang kekerasan ini bisa berlangsung selama bertahun-tahun,” kata Carlos Olivo, mantan pejabat DEA.