Perusahaan kecerdasan buatan milik Elon Musk, xAI, tengah membuka rekrutmen bagi penulis papan atas dunia penerbitan untuk membantu melatih chatbot andalannya, Grok. Dengan kualifikasi yang sangat ketat, lowongan ini secara terang-terangan hanya ditujukan bagi talenta sastra tingkat elite.
Lowongan bertajuk “Writing Specialist” tersebut muncul akhir pekan lalu di laman karier resmi xAI. Perusahaan menawarkan bayaran antara US$40 (sekitar Rp670 ribu) hingga US$125 (sekitar Rp2 juta) per jam bagi kandidat terpilih yang akan bertugas mengevaluasi, menyempurnakan, dan menciptakan tulisan berkualitas tinggi dalam berbagai genre dan format.
Posisi ini mencakup lebih dari sepuluh kategori penulisan, mulai dari fiksi, penulisan skenario, dan jurnalisme, hingga penulisan medis serta puisi.
Standar Tinggi untuk Talenta Sastra
Persyaratan yang ditetapkan xAI bahkan untuk satu kategori—fiksi kreatif—dinilai cukup untuk menyaring hampir seluruh penulis profesional.
Pelamar diwajibkan memenuhi setidaknya dua dari sejumlah kriteria prestisius, antara lain: kontrak penerbitan novel dengan penerbit besar (Big Five), penjualan novel di atas 50.000 eksemplar, publikasi 10 cerita pendek atau lebih di media ternama seperti The New Yorker atau Clarkesworld, status finalis penghargaan sastra besar seperti Hugo atau Nebula, atau pengakuan kritis berupa ulasan berbintang dari Kirkus maupun liputan di The New York Times Book Review.
Persyaratan serupa juga diberlakukan bagi penulis skenario, yang harus memiliki kredit terverifikasi pada minimal dua film layar lebar dari studio besar seperti Warner Bros., Netflix, atau Disney, atau keterlibatan dalam sedikitnya sepuluh episode serial televisi yang telah diproduksi, atau nominasi penghargaan bergengsi seperti Oscar atau Emmy.
Untuk kategori jurnalisme, xAI mensyaratkan pengalaman profesional minimal lima tahun di media kelas dunia seperti The New York Times atau BBC. Sementara itu, penulis akademik diwajibkan memiliki gelar PhD dengan h-index minimal 10.
Menariknya, lowongan ini secara eksplisit mengecualikan penyair yang karyanya “sebagian besar berupa puisi bebas”, dengan alasan posisi tersebut membutuhkan penguasaan mendalam atas bentuk klasik dan teknik puitika tradisional.
Rekrutmen di Tengah Kontroversi
Perekrutan ini berlangsung di saat xAI tengah menghadapi tekanan global akibat serangkaian kontroversi seputar Grok. Laporan The New York Times menyebutkan bahwa chatbot tersebut menghasilkan sedikitnya 1,8 juta gambar seksual perempuan hanya dalam sembilan hari sejak akhir Desember, setelah pengguna membanjiri platform dengan permintaan manipulasi visual berupa penelanjangan digital.
Uni Eropa telah membuka penyelidikan resmi terhadap fitur pembuatan gambar Grok pada 26 Januari. Sementara itu, Malaysia dan Indonesia dilaporkan telah memblokir akses ke layanan tersebut sepenuhnya.
xAI juga menghadapi gugatan class-action di California, yang menuduh perusahaan lalai dan melanggar privasi terkait penyebaran gambar deepfake. Sebagai langkah pembatasan, fitur pengeditan gambar kini hanya tersedia bagi pengguna berbayar.
Tren Industri AI: Kembali ke Keahlian Manusia
Lowongan penulis elit ini mencerminkan tren yang lebih luas di industri kecerdasan buatan, yakni ketergantungan pada keahlian manusia yang sangat terspesialisasi untuk meningkatkan kualitas keluaran model AI.
Pada September 2025, xAI memberhentikan sekitar 500 pekerja anotasi data generalis, sekaligus mengumumkan rencana untuk melipatgandakan jumlah tutor spesialis hingga sepuluh kali lipat.
Awal bulan ini, xAI dilaporkan berhasil menggalang pendanaan sebesar US$20 miliar dengan valuasi melampaui US$230 miliar. Perusahaan juga membuka berbagai posisi lain, termasuk pelatih bahasa Hindi dan Bengali dengan bayaran hingga US$65 per jam, serta tutor video game dengan kompensasi mencapai US$100 per jam.
Ironi dari rekrutmen ini pun menjadi sorotan. Seperti dicatat Gizmodo, xAI kini meminta sebagian penulis paling berbakat di dunia untuk membantu menyempurnakan sebuah teknologi yang, pada akhirnya, diproyeksikan menggantikan peran mereka sendiri.