Max Verstappen mengungkapkan bahwa tim Formula 1 Red Bull terasa “sedikit berbeda” tanpa kehadiran Helmut Marko di dalam garage.
Marko meninggalkan Red Bull pada akhir musim F1 2025, setelah menjadi bagian tak terpisahkan dari tim selama 20 tahun dalam perannya sebagai penasihat motorsport.
Pria Austria berusia 82 tahun tersebut merupakan sekutu utama Verstappen dan sosok yang paling berperan dalam mengawasi perkembangan pembalap asal Belanda itu sejak di level junior, hingga melakukan debut F1 bersama tim saudara Red Bull, Toro Rosso, pada tahun 2015.
Bersama Marko di dalam tim, Verstappen berhasil meraih empat gelar juara dunia berturut-turut bersama Red Bull antara tahun 2021 hingga 2024.
“Mungkin lelucon khas Austria dari Helmut jadi berkurang!” canda Verstappen kepada media, termasuk Crash.net, saat ditanya apa yang terasa berbeda setelah Marko tidak lagi menjadi bagian dari struktur Red Bull.
“Tapi saya tetap menjalin kontak dengannya. Mungkin tidak terlalu banyak membahas detail mobil, tapi lebih ke soal kehidupan.”
“Saya berbagi begitu banyak momen dengannya, jadi tentu saja rasanya akan sedikit berbeda di dalam garage. Namun, Anda juga harus tetap melihat ke depan dan fokus pada performa.”
“Tapi seperti yang saya katakan, kami punya hubungan yang hebat dan kami tetap berkomunikasi.”
Kepergian Marko dari Red Bull merupakan salah satu dari beberapa perubahan besar yang dialami tim pada tahun 2025, termasuk pemecatan mantan Kepala Tim dan CEO, Christian Horner, setelah Grand Prix Inggris. Laurent Mekies kemudian dipromosikan dari tim Racing Bulls untuk mengambil alih kepemimpinan Red Bull dari tangan Horner.
Verstappen mencatat bahwa perubahan-perubahan tersebut telah memberikan penyegaran bagi Red Bull dan memberikan sinyal bahwa hal itu “mungkin memang dibutuhkan”.
“Tim pada umumnya memang mengalami perubahan, dan saya pikir di sisi kami pun demikian. Ini terasa menyegarkan, mungkin memang dibutuhkan,” jelas Verstappen.
“Sangat menyenangkan bekerja dengan semua orang. Menjadi bagian dari tim ini selalu menyenangkan bagi saya. Ini benar-benar seperti keluarga kedua, itulah sebabnya saya sangat senang berada di sini.”
Verstappen finis di posisi keenam pada Grand Prix Australia yang menjadi pembuka musim, saat F1 memulai era regulasi barunya. Meskipun sangat kritis terhadap aturan dan mobil baru F1, Red Bull menegaskan bahwa motivasi Verstappen tetap setinggi biasanya.