JAKARTA – Microsoft Gaming resmi memasuki babak baru. Pada Jumat, perusahaan mengumumkan pensiunnya Phil Spencer sebagai CEO dan menunjuk Asha Sharma, kepala pengembangan produk Microsoft CoreAI, sebagai penggantinya.
Sharma menyadari besarnya tanggung jawab yang ia emban, mengingat Spencer telah menjadi figur penting dalam komunitas game selama puluhan tahun. Sharma menyatakan memiliki “rasa hormat yang mendalam” terhadap kepemimpinan Spancer dan warisan yang ditingalkannya.
Dalam memo internal, Sharma menegaskan tiga komitmen utama: menghadirkan “game-game hebat,” memastikan “kembalinya Xbox,” dan membangun “masa depan bermain.” Baginya, game hebat adalah yang memiliki resonansi emosional mendalam dan sudut pandang khas, seperti Firewatch (2016) yang membuat pemain “merasakan sesuatu.”
Meski datang sebagai orang luar bagi komunitas game, Sharma berkomitmen mendengarkan suara pemain dan pengembang. “Saya terjun ke dunia game sebagai pembangun platform… tujuan saya adalah mendapatkan kepercayaan dari para pemain dan pengembang,” ujarnya, dilansir dari Variety, Sabtu (21/2/2026).
Sharma juga menyinggung kondisi industri game yang bergejolak, merujuk pada laporan State of Video Gaming in 2026 karya Matthew Ball. Ia menilai transformasi besar diperlukan untuk melindungi nilai yang diyakini sambil tetap terbuka pada masa depan.
Dengan latar belakang kuat di bidang AI, penunjukan Sharma sempat memunculkan kekhawatiran soal penggunaan AI generatif dalam pengembangan game. Namun ia menegaskan: “AI telah lama menjadi bagian dari dunia game dan akan terus demikian… kisah-kisah hebat diciptakan oleh manusia.”
Kepergian Spencer bertepatan dengan persiapan ulang tahun ke-25 Microsoft Gaming pada musim gugur ini. Sharma melihat momentum tersebut sebagai kesempatan untuk menghormati masa lalu sekaligus menetapkan arah baru, termasuk pembaruan besar di Festival Game GDC Maret mendatang dan pengumuman penting pada Xbox Games Showcase musim semi ini.