ANKARA – Presiden Turkiye, Recep Tayyip Erdogan, menyampaikan apresiasinya kepada Perdana Menteri Inggris Keir Starmer atas pernyataannya terkait pengakuan negara Palestina. Hal itu disampaikan dalam percakapan via telepon antara kedua pemimpin pada Senin (4/8/2025), sebagaimana dilapokan Direktorat Komunikasi Trukiye.
Dalam pembicaraan tersebut, Erdogan dan Starmer membahas hubungan bilateral antara Turkiye dan Inggris, serta sejumlah isu regional dan global, termasuk krisis kemanusiaan di Gaza yang disebut telah mencapai titik kritis.
“Situasi kemanusiaan di Gaza telah mencapai titik kritis dan merupakan tugas kemanusiaan untuk bertindak lebih dari sekadar menyuarakan keprihatinan,” kata Erdogan, dilansir dari Anadolu.
Ia menekankan pentingnya mendesak Israel untuk menyetujui gencatan senjata dan menerima solusi dua negara sebagai jalan damai. Erdogan juga menegaskan bahwa Turkiye akan terus mengirimkan bantuan kemanusiaan dan mendukung segala upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik.
Dari pihak Inggris, pernyataan resmi menyebut bahwa kedua pemimpin sepakat akan perlunya gencatan senjata segera, pembebasan tanpa syarat semua sandera, serta pencabutan pembatasan terhadap bantuan kemanusiaan ke Gaza.
“Dia menggarisbawahi bahwa posisi pemerintahnya sejak lama adalah bahwa negara Palestina yang layak dan berdaulat, berdampingan dengan Israel yang aman dan terjamin, dapat menjadi satu-satunya dasar bagi perdamaian yang adil dan abadi,” demikian pernyataan kantor PM Inggris.
Starmer juga menyatakan bahwa Inggris akan mendukung pengakuan negara Palestina di Majelis Umum PBB pada September, “kecuali jika pemerintah Israel mengambil langkah-langkah substantif untuk mengakhiri situasi yang mengerikan di Gaza dan berkomitmen pada perdamaian jangka panjang.”
Dalam percakapan tersebut, Starmer turut membahas isu nuklir Iran dan menyatakan hanya jalur diplomatik yang dapat menyelesaikan ambisi nuklir negara tersebut. Ia menyambut baik peran Turkiye yang baru-baru ini menjadi tuan rumah perundingan terkait Iran.
Erdogan dan Starmer juga membicarakan kemajuan dalam kerja sama pertahanan, khususnya terkait rencana ekspor jet tempur Typhoon buatan Inggris ke Turkiye. Keduanya berharap bisa berbicara kembali dalam waktu dekat untuk memperkuat kerja sama strategis tersebut.
Sebelumnya, pada bulan lalu, Inggris dan Turkiye telah menandatangani nota kesepahaman di Istanbul yang menjadi langkah awal menuju penandatanganan kesepakatan ekspor jet tempur tersebut.