JAKARTA – Presiden Türkiye, Recep Tayyip Erdoğan menegaskan bahwa keputusan Israel mengakui Somaliland sebagai negara merdeka merupakan tindakan yang tidak sah dan tidak dapat diterima.
Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers bersama Presiden Somalia, Hassan Sheikh Mohamud di Istanbul, Selasa (30/12/2025), yang dikutip Anadolu. Erdoğan menilai Somalia telah mencatat kemajuan signifikan dalam situasi keamanan, meski masih menghadapi aksi sabotase dari pihak-pihak yang menolak kebangkitan negara tersebut.
Selain itu, Erdoğan mengumumkan rencana Türkiye memulai operasi pengeboran di Somalia pada 2026. Ia menyebut kegiatan tersebut akan memberi kontribusi besar bagi kesejahteraan rakyat Somalia. Ankara juga telah menambah dua kapal pengeboran laut dalam baru ke dalam armadanya.
Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud menegaskan negaranya merasakan dukungan kuat dari Türkiye dan rakyat Turki di tengah ancaman terhadap kedaulatan Somalia. Ia menilai sikap agresif Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terhadap integritas wilayah Somalia sebagai hal yang tidak dapat diterima.
Israel pada Jumat lalu resmi mengakui Somaliland sebagai negara berdaulat. Wilayah yang memisahkan diri dari Somalia sejak 1991 itu beroperasi sebagai entitas administratif dan politik de facto, namun belum pernah mendapat pengakuan internasional.
Pemerintah Somalia menolak keras langkah Israel dan menegaskan bahwa Somaliland tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah kedaulatan Somalia.