Awan mendung menyelimuti prestasi gemilang cabang olahraga panjat tebing Indonesia. Jagat olahraga nasional dikejutkan dengan dugaan kasus pelecehan seksual dan kekerasan fisik yang melibatkan sosok sentral di Pelatnas, pelatih kepala Hendra Basir.
Menanggapi kabar memilukan ini, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyatakan keprihatinan yang mendalam. Dengan nada bicara yang berat namun tegas, Menteri berusia 54 tahun itu menegaskan bahwa negara berdiri tegak di samping para atlet yang menjadi korban.
Korban Adalah Prioritas Utama
Erick Thohir mengingatkan bahwa para atlet adalah anak-anak bangsa yang mempertaruhkan keringat dan air mata demi mengibarkan Merah Putih di kancah dunia. Baginya, keamanan mereka adalah harga mati.
“Mereka berlatih dengan disiplin, berkorban dengan sepenuh hati dan membawa merah putih dengan kebanggaan. Mereka harus dilindungi, mereka harus merasa aman, mereka adalah marwah bangsa Indonesia karena mereka berjuang di era modern ini,” ujar Menpora Erick Thohir.
Sebagai langkah konkret, Kemenpora memberikan dukungan penuh kepada tim investigasi independen yang dibentuk Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI). Erick menjamin proses ini akan berjalan transparan, serius, dan tanpa ada yang ditutup-tutupi.
“Kami akan bekerjasama secara erat dengan federasi, atlet, dan keluarga untuk memastikan setiap proses berjalan secara serius, transparan, dan berkeadilan. Kami juga siap memberikan pendampingan hukum maupun psikologis kepada para korban karena pemulihan mereka adalah prioritas utama,” tambah Menpora.
Sanksi Seumur Hidup Menanti
Pesan keras dikirimkan Erick kepada para oknum yang menyalahgunakan kekuasaan di dunia olahraga. Jika terbukti bersalah, hukuman yang dijatuhkan bukan sekadar teguran administratif.
“Apabila terbukti terjadi pelecehan seksual atau kekerasan fisik, kami tidak akan memberikan toleransi. Pelaku harus menerima sanksi paling berat, termasuk larangan sumur hidup dari dunia olahraga. Apabila terdapat unsur pidana, maka kita harus proses sesuai dengan hukum yang berlaku di negara yang kita cintai ini, negara Indonesia,” tegas Menpora.
Pesan untuk Seluruh Atlet: “Kalian Tidak Sendiri”
Menyadari bahwa fenomena ini mungkin bagaikan gunung es, Erick Thohir mengajak seluruh atlet dari cabang olahraga apa pun untuk berani bersuara. Kemenpora telah menyediakan jalur pengaduan resmi bagi para atlet yang pernah atau sedang mengalami kekerasan fisik maupun seksual.
“Dunia olahraga harus menjadi ruang yang aman, ruang yang membangun dan ruang yang memuliakan manusia, bukan ruang yang melukai atau merusak atlet-atlet kita. Saya juga ingin menyampaikan kepada seluruh atlet Indonesia, di cabang olahraga manapun, di tingkat manapun, Kemenpora berdiri bersama kalian. Kalian tidak sendiri,” tambah Menpora.
Bagi para atlet yang membutuhkan perlindungan, pendampingan hukum, atau layanan psikologis, Kemenpora telah menyiapkan posko aduan melalui email resmi: pengaduan.atlet.kemenpora.go.id.
“Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa olahraga Indonesia berdiri di atas nilai integritas, rasa hormat, dan perlindungan terhadap setiap insan yang mengabdikan dirinya untuk bangsa dan negara,” tutup Menpora Erick Thohir.