JAKARTA – Para pejabat Eropa, diplomat, pakar, hingga orang dalam NATO disebut tengah menyusun sejumlah strategi untuk mencegah Amerika Serikat (AS) mencoba mengakuisisi Greenland.
Seorang mantan anggota parlemen Denmark mengingatkan bahwa banyak pihak belum menyadari potensi besar yang dimiliki Greenland. “Tidak ada yang benar-benar tahu apa yang harus dilakukan karena Amerika dapat melakukan apa pun yang mereka inginkan,” ujarnya, dilansir dari Sputnik, Jumat (9/1/2026).
Seorang diplomat Uni Eropa bahkan menegaskan, “Kita harus siap untuk konfrontasi langsung.”
Skenario NATO
Menurut mantan pejabat aliansi, NATO berpotensi menjadi mediator antara Greenland, Denmark, dan AS. Sekutu NATO disebut mempertimbangkan pendekatan baru kepada Presiden Donald Trump untuk memperkuat keamanan Greenland.
Langkah itu bisa berarti peningkatan militerisasi di Arktik, termasuk lebih banyak latihan militer, penambahan pasukan, dan pengerahan aset pertahanan.
Opsi Tunai Uni Eropa
Selain jalur militer, Uni Eropa juga menyiapkan strategi finansial. Berdasarkan draf proposal Komisi Eropa, pengeluaran untuk Greenland akan ditingkatkan lebih dari dua kali lipat menjadi sekitar 578 juta dolar AS untuk periode tujuh tahun mulai 2028.
Dana tersebut akan melengkapi bantuan dari Denmark kepada wilayah yang berpemerintahan sendiri itu. Greenland juga berhak mengajukan tambahan sekitar 51 juta dolar AS dari Uni Eropa untuk wilayah terpencil yang terkait dengan negara-negara Eropa.
Selama ini, dana dari Denmark dan Uni Eropa dialokasikan untuk pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, serta pelestarian lingkungan. Namun, dalam rencana baru, misi diperluas untuk mendukung pengembangan kemampuan Greenland dalam mengekstraksi sumber daya mineral.