SIDOARJO – Proses evakuasi musala yang ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Desan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, terus berlanjut. Terbaru, dua korban berhasil dievakuasi dari reruntuhan bangungan dan segera dibawa ke ambulans untuk mendapatkan perawatan medis. Kondisi kedua korban tersebut belum dapat dipastikan, namun mereka langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Proses evakuasi disertai dengan isak tangis dari pihak keluarga korban. Puluhan warga setempat juga turut menyaksikan proses penyelamatan tersebut dengan penuh harap.
Akses evakuasi masih terkendala oleh sisa reruntuhan bangunan yang menyulitkan tim SAR untuk bergerak cepat. Hingga saat ini, beberapa ambulans masih bersiaga di sekitar lokasi Ponpes, sementara alat berat terus didatangkan untuk mempercepat pencarian korban yang masih tertimbun. Dua ekskavator telah tiba di lokasi untuk membantu dalam proses pencarian lebih lanjut.
Sebelumnya, sebuah bangunan di asrama putra Pondok Pesantren Al Khoziny ambruk pada sekitar pukul 15.00 WIB. Musala yang menjadi bagian dari asrama putra tersebut hancur setelah terdengar suara gemuruh dan getaran seperti gempa. Ketua RT setempat, Munir, mengonfirmasi kejadian tersebut, mengatakan bahwa kejadian itu terjadi tepat setelah salat asar.
“Habis salat asar itu ada suara gemuruh dan getaran seperti gempa. Ternyata musala yang ambruk,” ungkap Munir pada Senin (29/9/2025), dilansir dari detikjatim.
Proses evakuasi dan pencarian korban masih terus berlangsung dengan harapan dapat menyelamatkan lebih banyak nyawa.