Formula 1 sedang bersiap untuk merombak total kalender balapnya. Dalam pertemuan perdana Komisi F1 2026 di Bahrain (18/2/2026), muncul usulan ambisius untuk menggandakan jumlah balapan sprint dari enam menjadi 12 acara per musim. Artinya, hampir separuh akhir pekan balapan akan menyuguhkan aksi adu cepat sejak hari Sabtu.
Permintaan Tinggi dari Penggemar dan Promotor
FIA secara resmi mengonfirmasi bahwa diskusi ini dipicu oleh besarnya minat dari promotor sirkuit dan tren kehadiran penonton yang terus melonjak. CEO F1, Stefano Domenicali, bersama bos FIA Nikolas Tombazis, melihat format sprint sebagai “tambang emas” hiburan.
Sebagai contoh, Miami Grand Prix 2025 sukses menyedot 275.000 penonton berkat lonjakan drastis kehadiran di hari Sabtu. “Selain beberapa penggemar garis keras yang konservatif, semua orang menginginkan sprint. Para promotor mendorong ini, dan sekarang para pembalap pun mulai terpikat,” tegas Domenicali kepada Sky Italia.
Dukungan Radikal dari “Wajah Lama”
Langkah ini mendapat dukungan penuh dari pemilik hak komersial F1, Liberty Media. Bahkan, tokoh ikonik sekaligus penasihat eksekutif Alpine, Flavio Briatore, memberikan dukungan yang jauh lebih radikal.
“Apakah saya setuju dengan 12 sprint? Lebih baik lagi kalau 24! Saya katakan kepada Stefano (Domenicali) bahwa saya akan mendukung sprint secara rutin setiap minggu,” ujar Briatore dengan antusias. Menurutnya, pembalap lebih suka berkompetisi demi poin daripada sekadar melakukan sesi latihan bebas.
Peta Jalan Menuju 2027
Meskipun usulan ini sangat kuat, para penggemar harus bersabar. Kalender 2026 telah mengunci enam lokasi sprint tetap, yaitu:
-
Shanghai (China)
-
Miami (AS)
-
Montreal (Kanada)
-
Silverstone (Inggris)
-
Zandvoort (Belanda)
-
Singapura
Ekspansi menjadi 12 seri baru direncanakan akan meledak pada musim 2027. Generasi baru pembalap, termasuk bintang muda Mercedes, Kimi Antonelli, menyebut format ini “sangat menantang” dan mampu menguji mentalitas pembalap muda di bawah tekanan tinggi.
Rencana besar ini masih membutuhkan ratifikasi akhir dari Dewan Olahraga Motor Dunia FIA. Diskusi intensif mengenai regulasi 2027 diprediksi akan terus bergulir dalam beberapa bulan ke depan, seiring upaya F1 menyeimbangkan antara tradisi balapan hari Minggu dan tuntutan tontonan modern yang serba cepat.