Harapan tinggi pada proyek mesin V4 terbaru Yamaha tampaknya harus berbenturan dengan kenyataan pahit. Fabio Quartararo secara jujur mengakui bahwa motor terbaru Yamaha ini masih “mentah” dan butuh berbulan-bulan untuk bisa kompetitif.
Ia memprediksi musim 2026 akan menjadi tahun pengembangan yang panjang dengan hasil yang sangat minim.
Tertinggal Jauh di Belakang
Hasil tes di Buriram menunjukkan data yang mengkhawatirkan. Yamaha menutup sesi dengan selisih lebih dari satu detik dari catatan waktu terbaik. Lebih parahnya lagi, hasil simulasi balap tidak memberikan sedikit pun angin segar.
Quartararo mengungkapkan bahwa kecepatan balapnya tertinggal sekitar 0,7 hingga 0,8 detik dibandingkan simulasi balap tahun lalu.
“Saya sudah mencoba maksimal. Kita bisa lihat sendiri, kita jauh lebih lambat. Ini proses panjang dan kita butuh beberapa bulan lagi untuk benar-benar siap,” ujar pembalap berjuluk El Diablo tersebut.
Bukan Sekadar Masalah Mesin
Meski mesin V4 baru diharapkan membawa lonjakan tenaga, Quartararo menegaskan bahwa mesin bukanlah satu-satunya masalah. Fokus perbaikan saat ini justru ada pada kelincahan motor.
-
Kelemahan Utama: Kesulitan saat menikung (turning) dan hilangnya daya cengkeram (grip).
-
Efek Samping: Ban menjadi sangat cepat panas (overheat) karena pembalap harus berjuang keras memaksa motor berbelok.
-
Data Lap: “Dalam simulasi sprint, saya di angka 1 menit 30 detik tinggi atau 1 menit 31 detik rendah. Ban terlalu panas. Jack [Miller] bahkan mencatatkan 1 menit 32 detik saat long run. Banyak sekali yang harus dibenahi,” tambahnya.
Selamat Tinggal Pole Position dan Podium
Jika musim lalu Quartararo masih bisa mencuri beberapa pole position dan podium meski motornya kesulitan, ia memperingatkan bahwa keajaiban itu sulit terulang di tahun 2026.
“Jujur saja, kondisi ini mungkin akan bertahan sepanjang tahun. Sulit bagi seorang pembalap yang terbiasa bertarung untuk kemenangan atau setidaknya baris depan seperti tahun lalu. Tahun ini, peluang untuk meraih pole atau lap spektakuler seperti dulu hampir tidak ada. Saya tidak yakin dalam setengah tahun kita bisa menemukan solusinya,” ungkap Quartararo dengan nada pasrah.
Meski versi mesin baru dijadwalkan meluncur pada seri Spanyol mendatang, Quartararo tetap realistis bahwa jalan Yamaha untuk kembali ke puncak masih sangat panjang dan terjal.