JAKARTA – Buah kersen yang secara ilmiah dikenal sebagai Muntingia calabura sering dipandang sebelah mata di Indonesia karena tumbuh liar dan mudah ditemukan. Namun di dunia ilmiah dan beberapa negara tropis lain, kersen justru mulai menarik perhatian peneliti dan pasar global karena kandungan bioaktifnya yang tinggi dan berbagai potensi manfaat kesehatan. Produk olahan dari tanaman ini, baik dalam bentuk jus, ekstrak herbal, maupun suplemen, memiliki nilai jual yang lebih tinggi di pasar internasional dibanding harga buah segarnya di dalam negeri.
1. Kaya Antioksidan dan Senyawa Bioaktif yang Mendukung Kesehatan
Salah satu alasan utama kersen menarik minat ilmuwan adalah kadar vitamin C yang tinggi pada buahnya mencapai sekitar 57,43 mg per 100 gram buah, yang bahkan lebih tinggi dibandingkan beberapa buah populer seperti jeruk dan semangka. Ini menjadikan kersen sebagai sumber antioksidan alami yang potensial untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan melawan stres oksidatif.
Selain vitamin C, buah dan daun kersen mengandung senyawa fenolik, flavonoid, tanin, dan saponin kelompok fitokimia yang dikenal memiliki aktivitas antioksidan, antibakteri, dan antiinflamasi. Senyawa-senyawa inilah yang kemudian dikaji oleh para peneliti sebagai dasar manfaat kesehatan potensial buah ini.
2. Potensi Aktivitas Antidiabetes dan Antiinflamasi
Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa ekstrak bagian kersen, terutama daun dan buahnya, memiliki aktivitas yang berkaitan dengan penurunan gula darah dan efek antidiabetes. Flavonoid dan alkaloid yang terkandung dalam daun kersen berperan membantu menghambat penyerapan glukosa dan memperkuat fungsi sel-sel pankreas yang memproduksi insulin.
Selain itu, uji laboratorium pada buah kersen menunjukkan bahwa memiliki aktivitas antiinflamasi yang berarti senyawa-senyawa bioaktif dalam buah ini dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh kondisi yang sering menjadi faktor risiko dalam berbagai penyakit kronis.
3. Bukti Ilmiah tentang Aktivitas Antimikroba dan Antibakteri
Tak hanya kaya antioksidan, ekstrak bagian tanaman kersen juga menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri-bakteri tertentu. Studi laboratorium pada daun kersen, misalnya, membuktikan bahwa flavonoid, tanin, dan saponin yang ada di dalamnya mampu menghambat pertumbuhan Bacillus cereus dan Escherichia coli, dua bakteri yang sering menjadi penyebab gangguan pencernaan.
Temuan seperti ini menarik bagi industri produk kesehatan dan suplemen di luar negeri karena mereka bisa memanfaatkan sifat antibakteri alami tanaman sebagai klaim manfaat fungsional selain sekadar nutrisi biasa.
4. Kontribusi terhadap Sistem Kekebalan Tubuh (Imunomodulasi)
Beberapa penelitian eksperimen juga menunjukkan bahwa ekstrak buah kersen dapat membantu merangsang respons imun tubuh. Misalnya, penelitian pada hewan uji menunjukkan bahwa pemberian ekstrak buah kersen dapat meningkatkan produksi antibodi (seperti imunoglobulin G) setelah stimulasi vaksin tertentu.
Hal ini membuat buah kersen menarik untuk dikembangkan sebagai bahan suplemen imunomodulator produk yang membantu meningkatkan atau menyeimbangkan sistem imun yang populer di pasar Barat dan Asia karena meningkatnya kesadaran konsumen terhadap kesehatan imunitas.
5. Potensi Nilai Ekonomi Tinggi di Pasar Internasional
Karena beragam manfaat bioaktifnya, kersen kini tidak hanya dikonsumsi sebagai buah segar tetapi mulai diproses menjadi produk bernilai tambah. Di beberapa negara, Jamaican cherry nama lain kersen di pasar internasional dijual sebagai buah segar di pasar tropis, bahan jus fungsional, ekstrak herbal, atau suplemen tanaman karena kandungan fungsi sehatnya yang dilaporkan oleh penelitian ilmiah.
Produk olahan berbasis tanaman dengan klaim kesehatan seperti antioksidan, antidiabetes, atau immunomodulator biasanya dihargai jauh lebih tinggi di pasar global dibandingkan buah polos tanpa klaim fungsi kesehatan. Ini disebabkan oleh proses tambahan seperti standarisasi ekstrak, label fungsional, sertifikasi keamanan, serta branding sebagai produk herbal premium semua faktor yang meningkatkan nilai jualnya di luar negeri.
Buah kersen tidak lagi sekadar buah liar biasa di balik pekarangan rumah. Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa kandungan vitamin C yang tinggi, serta senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, dan polifenol memberikan dasar ilmiah bagi klaim manfaat kesehatan seperti antioksidan, antibakteri, dan dukungan imun tubuh. Ditambah dengan meningkatnya permintaan pasar global untuk produk pangan fungsional dan suplemen herbal, kersen memiliki potensi nilai jual yang lebih tinggi di luar negeri dibanding sekadar buah konsumsi lokal menjadikannya komoditas yang layak dikembangkan dari sisi kesehatan maupun ekonomi.