JAKARTA – Ferrari akan melakukan debut sayap belakang berputar pada Grand Prix Formula 1 China 2026 di Shanghai. Desain inovatif ini pertama kali diperlihatkan dalam pengujiann pramusim dan langsung memicu perdebatan karena flap atasnya mampu berputar hingga 180 derajat.
Lewis Hamilton, yang kini membalap untuk Ferrari, mengungkapkan bahwa timnya telah bekerja keras menyiapkan komponen tersebut. “Kami menghabiskan waktu seharian penuh untuk sayap itu, jadi saya rasa kami sudah melakukannya,” ujarnya, dilansir dari Motorsport, Kamis (12/3/2026). Ia menambahkan, “Saya sangat berterima kasih kepada tim karena ini seharusnya dilakukan di tahap selanjutnya, namun mereka bekerja lembur di pabrik untuk menghadirkannya.”
Meski begitu, Hamilton masih belum bisa memastikan keuntungan yang akan diperoleh dari desain anyar tersebut. “Tidak, sayangnya hasilnya sama. Anda bisa melihatnya di kaca spion. Jadi saya menantikan apa yang akan terjadi di sini,” katanya.
Ferrari akan menguji konsep ini dalam sesi latihan di Shanghai sebelum memutuskan penggunaannya pada balapan. Peraturan aerodinamika aktif yang lebih fleksibel dibandingkan DRS lama membuat tim harus menimbang sudut sayap yang optimal untuk menekan gaya hambat sekaligus menjaga downforce di tikungan.
Debut sayap belakang berputar ini berlangsung di tengah awal musim positif bagi Ferrari, yang finis ketiga dan keempat di Albert Park. Namun, Mercedes masih unggul dengan kemenangan 1-2 berkat manajemen energi baterai yang lebih efisien di bawah regulasi baru. Hamilton menilai kunci persaingan musim ini adalah kecepatan pengembangan. “Mereka memang memiliki selisih yang besar… jadi akan sangat menarik untuk melihat perkembangannya. Kami akan mencoba mengejar ketertinggalan mereka,” ujarnya.