JAKARTA β Polemik aturan membawa air minum ke stadion pada ajang Piala Dunia 2026 akhirnya memaksa FIFA melakukan penyesuaian kebijakan setelah mendapat kritik luas dari suporter berbagai negara.
Sebelumnya, federasi sepak bola dunia itu menuai protes karena dianggap membatasi akses penonton terhadap kebutuhan dasar berupa air minum saat pertandingan berlangsung di tengah potensi cuaca panas ekstrem di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Kekhawatiran suporter muncul karena larangan tersebut dinilai dapat mempersulit upaya menjaga hidrasi sekaligus berpotensi membuat penonton harus membeli minuman dengan harga tinggi di dalam stadion.
FIFA Izinkan Botol Air Plastik Tertentu
Menanggapi gelombang kritik, FIFA kini mengizinkan penonton membawa satu botol air plastik lunak yang masih tersegel dengan kapasitas maksimal 20 ons atau sekitar 560 mililiter ke dalam stadion.
Namun, aturan itu tetap melarang penggunaan botol keras atau botol minum isi ulang berbahan kokoh karena dianggap berisiko terhadap keamanan jika dilempar di area pertandingan.
Mengutip laporan Athlon Sports, Minggu (7/6/2026), kebijakan terbaru tersebut menjadi kompromi yang diberikan FIFA setelah sebelumnya muncul anggapan bahwa seluruh jenis botol air akan dilarang masuk ke venue pertandingan.
Komunikasi FIFA Dinilai Membingungkan
Meski aturan telah dilonggarkan, sebagian pendukung masih menilai FIFA kurang efektif dalam menyampaikan informasi kepada publik.
Banyak suporter mengaku sempat memahami bahwa botol minum isi ulang dalam kondisi kosong masih diperbolehkan dibawa ke stadion.
Perubahan kebijakan yang muncul mendekati pelaksanaan turnamen membuat sejumlah pihak menilai FIFA terlambat memberikan kejelasan.
Kelompok pendukung sepak bola menegaskan bahwa akses terhadap air minum tidak seharusnya menjadi persoalan dalam turnamen terbesar dunia.
Mereka menilai faktor kesehatan penonton harus menjadi prioritas utama mengingat sejumlah pertandingan diperkirakan berlangsung dalam kondisi suhu dan kelembapan tinggi.
Beberapa pengkritik bahkan menduga aturan awal lebih menguntungkan penjualan minuman di dalam stadion dibanding murni untuk alasan keamanan.
βAkses terhadap air minum harus tetap mudah bagi seluruh penonton, terutama saat pertandingan berlangsung dalam cuaca panas,β demikian pandangan yang banyak disuarakan kelompok suporter.
FIFA Siapkan Langkah Antisipasi Cuaca Panas
FIFA memastikan ketersediaan air minum di dalam stadion tetap terjamin selama turnamen berlangsung.
Penyelenggara juga menegaskan harga minuman tidak akan melebihi tarif normal yang berlaku di masing-masing venue.
Selain itu, berbagai fasilitas pendukung seperti area pendinginan dan stasiun kabut air (misting station) akan disediakan guna membantu penonton menghadapi suhu tinggi.
Perubahan aturan ini dianggap sebagai kemenangan parsial bagi para pendukung sepak bola.
FIFA memang belum sepenuhnya mencabut pembatasan yang ada, tetapi telah mundur dari kebijakan awal yang memicu kemarahan publik.
Keputusan terbaru tersebut menunjukkan bahwa tekanan suporter berhasil memengaruhi kebijakan penyelenggara menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026.****