JAKARTA – Arsenal dan Machester City akan bertemu pada partai puncak Carabao Cup 2025/2026 yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Wembley pada Minggu (22/3/2026).
The Gunners memastikan tiket final lebih dulu setelah menyingkirkan Chelsea dengan agregat 4-2 di semifinal. Kemenangan 1-0 pada leg kedua mengantarkan Arsenal ke final pertama mereka sejak menjuarai FA Cup pada Agustus 2020.
Manchester City menyusul setelah menundukkan juara bertahan Newcastle United. Tim asuhan Pep Guardiola menang 3-1 pada leg kedua dan unggul agregat 5-1, dengan Omar Marmoush mencetak dua gol penentu. “Kami berada di sini untuk memenangkan trofi. Setiap hari kami bekerja keras untuk mencapai final seperti ini dan meraih gelar,” ujar Marmoush kepada Sky Sports yang dikutip Kamis (5/2/2026).
Final ini menjadi ulangan partai puncak Carabao Cup 2018, ketika City mengalahkan Arsenal 3-0 lewat gol Sergio Aguero, Vincent Kompany, dan David Silva. Saat itu, Mikel Arteta masih menjadi bagian dari staf Guardiola sebelum meniti karier sebagai manajer Arsenal.
Bagi Arteta, laga ini memiliki makna khusus. Kemenangan di Wembley akan menjadi trofi mayor pertamanya atas sang mentor. Sementara Guardiola berpeluang menambah koleksi gelar bersama City menjadi 16 trofi mayor sejak 2016, termasuk Piala Liga kelima.
Arsenal Bakal Kehilangan Mikel Merino
Menjelang laga, Arsenal berpotensi kehilangan Mikel Merino yang harus menjalani operasi cedera kaki. Arteta juga dihadapkan pada pilihan penjaga gawang antara Kepa Arrizabalaga atau David Raya. Di kubu City, John Stones, Savinho, dan Mateo Kovacic diperkirakan siap tampil, sedangkan Josko Gvardiol dipastikan absen.
Selain perebutan trofi mayor pertama musim ini, final Carabao Cup juga sarat gengsi dalam persaingan Premier League. Arsenal saat ini unggul enam poin atas City di klasemen. “Merupakan sebuah kehormatan bisa bermain melawan Arsenal, tim terbaik saat ini di Eropa, bahkan mungkin dunia,” kata Guardiola.
City membidik gelar Carabao Cup ke-9, mendekati rekor Liverpool dengan 10 trofi. Arsenal baru dua kali menjuarai kompetisi ini, terakhir pada 1993. Duel di Wembley dipastikan menjadi panggung sejarah, ambisi, dan rivalitas dua kekuatan besar sepak bola Inggris.