JAKARTA – US Open 2025 akan mencapai klimaksnya lewat duel besar di sektor tunggal putri.
Final yang digelar Minggu 7/9/2025) pukul 03.00 WIB dini hari, di Stadion Arthur Ashe, New York mempertemukan petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka dengan bintang tuan rumah Amanda Anisimova.
Pertandingan ini menjadi sorotan utama karena mempertemukan dua kekuatan berbeda: pengalaman juara Grand Slam melawan energi muda Amerika yang sedang naik daun.
Aryna Sabalenka, petenis asal Belarusia, datang dengan status istimewa.
Sang juara tiga kali Grand Slam berambisi menorehkan sejarah sebagai petenis putri pertama setelah Serena Williams yang mampu mempertahankan gelar US Open secara beruntun.
Perjalanannya menuju final tidak mudah—Sabalenka harus menyingkirkan Jessica Pegula, lawan yang juga ia hadapi di final tahun lalu, dengan skor 4-6, 6-3, 6-4.
Momen tersebut menegaskan konsistensi Sabalenka di panggung besar, meski ia juga mengaku masih belajar dari kekalahan sebelumnya.
“Saya harus percaya pada diri sendiri dan harus mengejar pukulan saya.”
“Saya merasa dalam pertandingan di Wimbledon itu, saya banyak meragukan keputusan saya, dan itu adalah hal utama yang menyebabkan banyak kesalahan sendiri,” ujar Sabalenka, yang sebelumnya menjadi runner-up di Australian Open dan French Open 2025.
Sabalenka tidak lupa memberi kredit untuk lawannya kali ini.
“Saya memberi banyak peluang kepadanya, dan tentu saja, dia bermain tenis dengan luar biasa. Tapi saya merasa saya punya peluang. Saya tidak memanfaatkannya,” katanya soal Anisimova.
Di kubu lain, Amanda Anisimova tampil sensasional sepanjang turnamen.
Petenis berusia 24 tahun yang menjadi unggulan kedelapan ini menyingkirkan nama-nama besar, termasuk Iga Swiatek di perempat final, sebelum mengalahkan juara empat kali Grand Slam Naomi Osaka dengan skor 6-7 (4), 7-6 (3), 6-3 pada semifinal dramatis yang selesai menjelang pukul 1 pagi.
Kebangkitan Anisimova menjadi bukti kematangan mentalnya.
“Itu hanya menunjukkan bahwa saya telah bekerja sangat keras, terutama pada permainan mental saya dan tidak menyerah,” ujar Anisimova setelah memastikan tiket final.
“Seperti hari ini, saya bisa saja dengan mudah berkata, ‘Oh, dia bermain lebih baik dari saya, dan saya tidak bisa berbuat apa-apa.’”
Rekor Pertemuan Sabalenka vs Anisimova
Total pertemuan: 9 kali → Sabalenka menang 3, Anisimova menang 6
Pertemuan di Grand Slam: 5 kali → Sabalenka menang 2, Anisimova menang 3
Dengan catatan head-to-head yang masih berpihak pada Anisimova, final US Open 2025 dipastikan berlangsung panas dan penuh drama.
Pertarungan ini bukan hanya tentang gelar, tetapi juga tentang warisan dan kebangkitan karier dua bintang tenis papan atas.***