JAKARTA – Situasi politic terus memanas, pergerakan terjadi, sejumlah kekuatan bersatu dan berdampak kepada kondisi negara. Maklum, pesta besar lima tahunan ini bertujuan dalam rangka merebut atau mempertahankan kekuatan serta kekuasaan.
Dalam seminggu ini sedikitnya ada lima berita yang mengemuka, lima berita hot politik yang dirangkum oleh redaksi Garuda TV adalah :
- Puan Maharani tanyakan apakah Presiden masih dukung Ganjar Pranowo
- Pendaftaran Capres dan Cawapres
- Isu Deklarasi Prabowo, tunggu Joko Widodo pulang dari Arab Saudi
- Gibran dikabarkan pindah partai ke Golkar
- Head to Head Prabowo Vs Ganjar dimenangkan Prabowo versi survei LSI
Dari lima berita tersebut, ada dua kabar yang mengemuka dan menjadi perhatian, yang pertama yakni, anak Joko Widodo Gibran Rakabumi pindah partai ke Golkar.
Ketua Umum partai Golkar Airlangga Hartarto pun angkat bicara soal itu, menurut Airlangga, saat dijumpai kru Garuda TV di DPP Golkar Slipi Jakarta mengatakan, Gibran akan bergabung ke partainya. Isunya bergabungnya Gibran akan melalui organisasi sayap Partai Golkar, Angkatan Muda Pembaharuan Golkar (AMPI). “Kita lihat saja,” ujar Airlangga di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Jumat (20/10).
Selidik punya selidik kabar Gibran akan bergabung ke Golkar sendiri diduga mengemuka lewat pernyataan senior Golkar dan mantan ketua Partai Golkar, Agung Laksono.
Menurut Agung, dia mendengar adanya komitmen dari Koalisi Indonesia Maju, yang menyatakan cawapres berasal dari partainya. Jika bukan berasal dari partainya, maka sosok tersebut akan “digolkarkan” terlebih dahulu.
Top berita politik Garuda TV lainnya berdasarkan jumlah minat pemirsa adalah terkait elektabilitas Prabowo yang terus meroket dan meninggalkan lawan-lawan politiknya.
Menurut survei dari Lembaga Survei Indonesia, yang dirilis pada 19 Oktober 2023. prabowo mengantongi elektabilitas sebesar 37 persen, angka ini diketahui meroket 5 persen.
Akibat meroketnya elektabilitas Prabowo maka membuat jarak terhadap Ganjar yang berada diposisi 35,2 persen, atau terpaut 1,8 persen dari angka elektoral Prabowo.
Sementara itu Anies Baswedan, mengantongi elektabilitas 22,7 persen. Berbeda dari Prabowo dan Ganjar, angka elektoral mantan Gubernur DKI Jakarta itu justru menurun dibandingkan survei periode April 2023. Saat itu, Anies mencatatkan elektabilitas 25,9 persen.
(Produser News Garuda TV Asep Solihudin S.Sos.,ME)