JAKARTA — Keberhasilan Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri merebut gelar juara di ajang bergengsi China Open 2025 membuat duet ganda putra Indonesia ini terus dipertahankan oleh pelatih pelatnas PBSI.
Tidak hanya untuk satu turnamen, pasangan yang kini bertengger di ranking ke-43 dunia itu telah dipastikan tampil di China Masters Super 750 dan Korea Open Super 500 pada September mendatang.
Keputusan tersebut diambil menyusul performa solid Fajar/Fikri di dua ajang sebelumnya, yakni Japan Open dan China Open.
Dalam dua pekan beruntun, mereka sukses menembus perempat final di Jepang dan langsung merebut gelar juara di Tiongkok dengan mengalahkan pasangan Malaysia lewat laga straight game.
Sementara itu, nasib baru juga menyapa Muhammad Rian Ardianto.
Setelah tak lagi berpasangan dengan Fajar, kini Rian akan menjajal kekuatan bersama Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan, duet baru yang juga akan diturunkan dalam dua turnamen yang sama.
Kombinasi ini bagian dari proyek eksplorasi PBSI untuk membangun komposisi ideal menuju kompetisi elite dunia.
“Kemarin melihat penampilan dan performa Fajar/Fikri cukup baik di Japan dan China Open, saya mau coba melihat mereka lagi apakah mereka bisa konsisten bersaing di level atas,” kata Antonius Budi Ariantho, pelatih ganda putra pelatnas PBSI, dalam keterangan resmi, Selasa (5/8/2025).
Anton menyebut penampilan Fajar/Fikri di dua ajang sebelumnya sebagai momentum penting.
Di Japan Open, meski harus tersingkir di perempat final usai bertarung tiga set melawan Goh Sze Fei/Nur Izzuddin dari Malaysia (13-21, 21-17, 20-22), mereka mampu bangkit dan menunjukkan kualitas di China Open dengan meraih gelar juara usai menundukkan pasangan Malaysia lain di final (21-15, 21-14).
“Begitu juga dengan Rian/Yeremia, statusnya uji coba dua turnamen dulu, saya mau lihat seperti apa. Masih ada Rahmat juga yang bisa dicoba,” imbuh Anton, memberi sinyal eksplorasi pasangan lain masih akan berlanjut.
Anton menjelaskan, proyek uji coba ini dirancang berlangsung hingga akhir tahun 2025.
Evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh terhadap setiap kombinasi, untuk kemudian ditentukan siapa saja yang akan tetap dipasangkan secara permanen dalam menghadapi musim kompetisi 2026.
“Program ini akan berakhir sampai akhir tahun ini dan akan dievaluasi lagi seperti apa,” jelasnya.
Jika tren positif Fajar/Fikri terus berlanjut, peluang untuk menetapkan mereka sebagai pasangan utama akan terbuka lebar.
Skema yang sama juga berlaku bagi duet-duet lainnya yang berhasil menunjukkan konsistensi dan progres signifikan dalam performa.
“Jika Fajar/Fikri bisa konsisten permainannya, kemungkinan bisa dipatenkan, begitu juga dengan pasangan-pasangan yang lain yang bisa menunjukkan hasil positif,” pungkas Anton.***